Militer

Panglima TNI Mohon Diri

Kompas.com - 18/09/2010, 02:57 WIB

Jakarta, Kompas - Tidak seperti biasanya, Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Djoko Santoso menjadi inspektur dalam upacara rutin 17-an di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta, Jumat (17/9). Dalam kesempatan ini, Djoko mohon doa restu dari seluruh keluarga besar TNI berkaitan dengan rencana purnatugasnya pada akhir bulan ini.

Djoko Santoso, yang telah menjadi Panglima TNI selama hampir dua tahun sembilan bulan, baru saja genap berusia 58 tahun pada 8 September lalu dan akan resmi pensiun pada 30 September. Oleh karena itu, dalam upacara rutin ini, Djoko menyampaikan permohonan dirinya yang sebentar lagi akan digantikan oleh Panglima TNI yang baru. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengajukan nama Laksamana Agus Suhartono, yang saat ini tengah menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Laut, sebagai calon tunggal Panglima TNI.

Sejak awal Januari 2008 menjabat Panglima TNI, Djoko Santoso mengakui banyak hal yang masih harus disempurnakan walaupun tugas-tugas operasional yang diemban TNI secara umum telah terlaksana dengan baik.

Ia memberikan penghargaan terhadap kerja keras para prajurit TNI dengan berbagai keterbatasan yang ada.

Serah terima

Sementara itu, Agus Suhartono melantik sekaligus dua jabatan strategis Komandan Komando Pendidikan TNI Angkatan Laut di Surabaya.

Jabatan Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) diserahterimakan dari Laksamana Muda Didi Setiadi kepada Laksamana Muda Sumartono. Sementara jabatan Komandan Komando Pengembangan dan Pendidikan Angkatan Laut diserahterimakan dari Laksamana Muda Sumartono kepada Laksamana Pertama Sadiman.

(*/EDN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau