Pemilu afganistan

Bom Meledak, Pistol Menyalak

Kompas.com - 18/09/2010, 17:23 WIB

KOMPAS.com - Baru saja tempat pemungutan suara (TPS) di Kota Kabul dibuka, Sabtu (18/9/2010). Nyatanya, sebuah roket ditembakkan dan jatuh di pusat kota itu. Walau, kebetulan, tak ada korban jatuh.

Tapi, di Provinsi Jalalabad dan Balkh, serangan kekerasan itu justru menewaskan sedikitnya tiga orang. Di Kandahar, gubernur setempat mengatakan ia selamat dari ledakan dalam serangan atas konvoinya. Serentetan bunyi tembakan pun acap terdengar.

Sebelumnya, kelompok Taliban mengancam menyerang siapapun yang turut serta dalam pemilihan umum. Sementara, Presiden Hamid Karzai yang memberikan suara di Kabul mendesak seluruh rakyat Afganistan untuk tetap memilih.

Lebih dari 2.500 calon legislatif memperebutkan 249 kursi di dewan perwakilan rakyat Afganistan. Pemilu ini dianggap sebagai uji kredibilitas bagi Presiden Karzai. Tentara dan polisi Afganistan disiagakan dan diperkuat oleh sekitar 150.000 pasukan asing, sebagaimana warta media massa AP dan AFP.

Menurut catatan, sekitar 6.000 TPS di 34 provinsi dibuka sampai pukul 16:00 waktu setempat. Sekitar 1.000 TPS lainnya tidak dibuka karena alasan keamanan.

Meski begitu, masih banyak juga warga Afganistan yang datang untuk memberikan suaranya. Mohamad Husman, misalnya. Pria berusia 50 tahun ini bekerja sebagai pegawai negeri di Kabul. Ia tampak berada di urutan terdepan antrean pemilih di TPS salah satu sekolah di situ.  "Saya datang karena saya menginginkan kesejahteraan dan stabilitas di Afganistan," katanya sembari mengatakan kalau dirinya memang khawatir soal keamanan pemilu.

"Saya khawatir juga kalau ada kecurangan dalam pemilu ini. Tapi, saya berharap suara saya bisa sampai pada orang yang saya pilih," demikian Husman.

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau