JAKARTA, KOMPAS.com - Kereta Api (KA) Bogowonto, kereta kelas ekonomi berpendingin udara (AC) terobosan baru PT. KAI yang beroperasi untuk mudik Lebaran sejak Jumat (3/9/2010) lalu menjadi alternatif pilihan para penumpang. Nah, pertanyaannya kini, bagaimana kelanjutan nasib KA ini usai Lebaran?
"Kalau animo masyarakat tinggi, kenapa tidak diteruskan menjadi moda transportasi reguler? Kalau peminatnya banyak, bisa dijalankan jadi reguler ke depannya," kata Mateta Rijalulhaq, Kepala Humas Daop 1 Jakarta kepada wartawan di Stasiun Senen, Sabtu ( 18/09/2010 ).
Mateta mengatakan, nanti akan diadakan evaluasi terlebih dahulu. "Kita jalankan Bogowonto, kita lihat, kalau penumpang kereta dengan jurusan sama misalnya Sawung Galih beralih, ya Bogowonto bisa menjadi reguler," imbuhnya.
Mateta menambahkan, kalau Bogowonto jadi diberlakukan sebagai moda transportasi reguler, perilaku para penumpang ekonomi wajib diubah. "Ya perilaku penumpang ekonomi harus diubah. Masak sudah AC, tetap ngerokok di dalam kereta," ujarnya.
KA Bogowonto adalah kereta ekonomi AC pertama di Indonesia. KA ini berangkat dari Stasiun Pasar Senen menuju Kutoarjo pukul 20.25. Daya angkutnya seribu penumpang.
Bogowonto adalah hasil rancang bangun di bawah pengerjaan PT.INKA, yang didanai dari APBD 2010 Kementerian Perhubungan. Demi Bogowonto, fulus Rp 38 miliar digelontorkan. (Natalia Ririh)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang