Sekolah tinggi pastoral kubu raya

Menghindari Pengangguran Terdidik

Kompas.com - 19/09/2010, 08:19 WIB

SUNGAI RAYA, KOMPAS.com - Sekolah Tinggi Pastoral Kubu Raya akan meresmikan program pendidikan kewirausahaan terpadu pada 1 Oktober mendatang. "Sejauh ini, berbagai persiapan sudah kita lakukan, tinggal melakukan peluncuran program ini, awal Oktober mendatang," kata Ketua Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Kubu Raya, Andreas Muhrotien, di Sungai Raya, Minggu (19/9/2010).      Rencananya, paket kewirausahaan terpadu itu akan diresmikan oleh Direktur Utama STP Pusat dan Bupati Kubu Raya. Andreas yang juga Wakil Bupati Kubu Raya itu juga menambahkan, pendidikan enterpreunership terpadu ini nantinya tidak hanya mengajarkan mahasiswa untuk menjadi pengusaha sukses, tetapi juga akan dikombinasikan dengan sentra pertanian, peternakan dan perikanan terpadu.      

"Semua persiapan hampir dirampungkan. Bahkan, jika sesuai rencana kawasan seluas 10.300 meter persegi yang menjadi lahan Sekolah Tinggi Pastoral juga akan dikembangkan sebagai wisata alam berbasis enterpreneur," kata Andreas.      Konsep yang dikembangkan, di antaranya pusat penggemukan sapi dengan kandang yang mampu menampung 50 ekor. Delapan kolam yang akan diisi 12.000 ekor ikan lele, kandang itik yang berkapasitas 1.000 ekor serta pengolahan bio gas limbah kotoran sapi dan limbah tahu.      Di bidang hortikultura,  Andreas sudah menyiapkan tempat penggilingan tahu dengan kapasitas 100 kilogram per hari, penggilingan padi kapasitas 10 ton per hari juga hampir rampung dipasang.      Mesin kompos pupuk organik serta pembuatan pelet konsentrat untuk makanan ikan, sapi dan itik. Sedangkan bercocok tanamnya, Andreas sudah memulai menanam jagung, kangkung dan untuk jenis tanaman lain, lahannya juga sudah dipersiapkan seluas 2.500 meter persegi.      Di sisi lain, Andreas menegaskan konsep seperti ini mengajarkan kepada para petani di Kubu Raya tentang bagaimana kiat-kiat beternak dan bertani yang baik. "Kalau semua sudah rampung, makanan untuk ternak dan pupuk untuk tanaman sudah siap semua. Jadi semuanya kita buat dalam satu paket," ujarnya.      Untuk menekankan pendidikan enterpreunership ini pada paket terpadu di atas, ia melibatkan langsung 180 mahasiswa barunya untuk mengerjakan paket tersebut. "Saat mengospek mahasiswa baru beberapa waktu lalu, kami arahkan untuk membantu merampungkan paket entrepreunership ini," ucap Andreas.        Dia juga mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, juga memasukkan pendidikan kewirausahaan sebagai muatan lokal wajib di jenjang sekolah, untuk mendukung lahirnya wirausaha muda guna menekan angka pengangguran terdidik.      "Kewirausahaan di jenjang sekolah juga sudah masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah Kabupaten Kubu Raya, serta kebijakan umum anggaran," kata Andreas.      Menurut dia, persiapan untuk menerapkan muatan lokal pendidikan kewirausahaan sudah dilakukan sejak setahun lalu.  "Ada guru-guru yang sudah mendapat pelatihan untuk mengetahui apa itu kewirausahaan," paparnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau