Pemkot Bekasi Kembali Imbau Jemaat HKBP

Kompas.com - 19/09/2010, 08:34 WIB

BEKASI, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bekasi mengimbau jemaat HKBP Pondok Timur Indah untuk tidak beribadah di tanah kosong di Ciketing Asem dan diminta menggunakan Gedung eks-OPP sebagai tempat ibadah sementara.

 

"Untuk menjaga keamanan, ketenteraman, dan ketertiban serta pertimbangan dari Muspida Kota Bekasi, kami imbau jemaat HKBP Pondok Timur Indah untuk tidak beribadah di tanah kosong di Kampung Ciketing Asem, Mustikajaya," kata staf Bagian Operasional Satpol PP Pemkot Bekasi, Diana, saat membacakan Surat Keputusan Walikota Bekasi, di depan rumah yang disegel di Jalan Puyuh Raya, Pondok Timur Indah, Bekasi, Minggu ( 19/9/2010 ). Setidaknya lima kali Diana membacakan SK Walikota Bekasi.

 

Di sekitar rumah yang disegel itu, terparkir tujuh bus yang disiapkan Pemkot Bekasi untuk mengangkut jemaat HKBP Pondok Timur Indah ke Gedung eks-OPP. Diantaranya, dua bus milik Pemkot Bekasi.

 

Berdasarkan pantauan Kompas.com,sejumlah warga sekitar tampak berkerumun untuk menyaksikan secara langsung proses pengangkutan jemaat HKBP dari Jalan Puyuh Raya ke Gedung eks-OPP. Kemacetan pun tak terhindarkan di sekitar rumah yang disegel.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau