HKBP Akan Adakan Rapat Internal

Kompas.com - 19/09/2010, 12:46 WIB

BEKASI, KOMPAS.com — HKBP Pondok Timur Indah, Ciketing Asem, Mustika Jaya, Kota Bekasi, akan melakukan rapat internal untuk menyikapi larangan Pemerintah Kota Bekasi beribadah di lahan kosong di Jalan Asem, lahan yang biasa digunakan untuk mereka beribadah.

"(Lokasi) ibadah minggu depan atau selanjutnya kami belum bisa jawab. Nanti tim dari pengurus HKBP akan rapat khusus," ucap Sahara Pangaribuan, pengacara HKBP, kepada wartawan di salah satu rumah di Jalan Puyuh Raya, Minggu (19/9/2010).

Sahara meminta pemerintah menjamin hak beribadah semua umat beragama. "Tidak ada diskriminasi di bangsa ini. Tidak ada anak tiri, tidak ada anak kandung, semua sama. Umat agama lain bangun rumah ibadah, umat lain tidak permasalahkan karena itu memang haknya," jelasnya.

"Ini hak yang hakiki, hak konstitusi yang harus dijamin negara. Hak konstitusi yang diagung-agungkan SBY (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono) ke luar negeri," tambah Sahara.

Hal senada dikatakan Sekretaris Jenderal HKBP Ramlah Hutahayan, yang khusus datang dari Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Menurut dia, semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, harus mendukung pembangunan rumah ibadah semua agama.

"Hak mendirikan rumah ibadah harus menjadi perjuangan kita bersama. Dengan berdiri rumah ibadah, akan tercipta masyarakat dengan kualitas iman yang meningkat," katanya.

Seperti diberitakan, pihak Pemkot Bekasi telah memberikan opsi kepada pihak HKBP. Pemkot menyarankan agar pihak HKBP beribadah sementara di gedung bekas OPP di Jalan Chairil Anwar sembari menunggu pembangunan gereja. Pihak Pemkot Bekasi menyediakan lahan kosong milik PT Timah di kawasan Mustika Sari seluas 2.500 meter persegi dan lahan milik PT Strada seluas 1.984 meter persegi.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau