BATAM, KOMPAS
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Chandra Rizal, Minggu (19/9), menyatakan, 71 calon haji digolongkan berisiko tinggi dalam hal kesehatan. Mereka memiliki penyakit yang umumnya dialami kaum lanjut usia, di antaranya hipertensi, jantung, dan diabetes.
”Tidak akan ada cek kesehatan khusus terhadap 71 calon haji. Sebagaimana calon haji lainnya, cek kesehatan telah dilakukan di puskesmas,” kata Chandra.
Meskipun demikian, Chandra menambahkan, pada acara pemberian imunisasi meningitis di Asrama Haji Kota Batam, 22 September, Dinas Kesehatan Kota Batam sekaligus akan melihat rekam medis seluruh calon haji, termasuk para calon haji yang tergolong berisiko tinggi.
Calon haji dari Batam pada pemberangkatan 12-15 Oktober berjumlah 441 orang. Jadwal pemberangkatannya meliputi 12 Oktober untuk 28 calon haji, 13 Oktober untuk 238 calon haji, 14 Oktober untuk 130 calon haji, dan 15 Oktober untuk 45 calon haji.
Rombongan calon haji dari Batam akan tergabung dengan calon haji dari daerah lain di Kepulauan Riau yang total berjumlah 1.065 orang serta dari Kalimantan Barat, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan. Semuanya embarkasi Bandara Internasional Hang Nadim Batam.
Terkait pemberian imunisasi meningitis pada 22 September, hal itu akan dilakukan terhadap calon haji dari Batam yang berangkat 12-13 Oktober. Adapun untuk dua kloter berikutnya belum dijadwalkan.
Menurut staf khusus pemberangkatan calon haji dari Dinas Kesehatan Kota Batam dr Ratna Irawati, imunisasi yang diberikan adalah meningitis meningokokus dari vaksin menveo buatan Italia. Langkah itu dilakukan untuk mencegah calon haji terserang penyakit radang selaput otak yang bisa terjadi di Mekkah, tempat bertemunya ribuan jemaah dari beberapa negara. Di samping itu, imunisasi meningitis diwajibkan Pemerintah Arab Saudi kepada setiap calon haji.
Vaksin menveo untuk Batam telah tiba dari Tanjung Pinang, pekan lalu.