Ehud olmert:

AS Siap Tampung Pengungsi Palestina

Kompas.com - 20/09/2010, 10:32 WIB

JERUSALEM, KOMPAS.com — Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden George W Bush siap menampung 100.000 pengungsi Palestina sebagai bagian dari perjanjian perdamaian Timur Tengah, kata mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert, Minggu (19/9/2010).

"Amerika Serikat siap menerima 100.000 pengungsi sebagai warga negara Amerika Serikat," kata Olmert seperti dikutip CNN tentang proses negosiasi dengan AS dan Palestina ketika ia menjadi perdana menteri. Olmert, yang menjadi Perdana Menteri Israel tahun 2006-2009, berbicara beberapa minggu setelah pembicaraan langsung antara Israel dan Palestina digelar di Washington.

Sebagai perdana menteri, Olmert bernegosiasi dengan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas, seperti yang sedang dilakukan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat ini. Olmert mengemukakan hal itu di Tel Aviv, Israel, kepada kelompok yang disebut Prakarsa Jenewa.

Olmert juga mengungkapkan bahwa sebagai perdana menteri, ia siap untuk berbagi tempat-tempat suci Jerusalem, termasuk Tembok Barat dan Bukit Kenisah (Temple Mount), yang di kalangan Muslim disebut Al Haram-Sharif, dengan Palestina. "Itu tidak akan menjadi milik kami maupun Palestina .... (Itu) akan dikelola oleh wakil internasional yang mencakup negara lain," kata Olmert, saat menjelaskan visinya mengenai daerah yang dikenal sebagai Lembah Kudus itu.

"Israel hanya salah satu, di sana ada Palestina, Arab Saudi, Jordania, dan Amerika. Ini merupakan pengelola bersama yang terdiri dari lima negara," katanya. "Pengelola ini akan menjamin kebebasan akses ke semua tempat-tempat suci bagi setiap orang Yahudi, Muslim, dan Kristen," katanya.

Pada hari Minggu kemarin, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan, dia tidak berencana untuk memperpanjang moratorium pembangunan permukiman di Tepi Barat, meskipun Palestina mengancam untuk keluar dari pembicaraan damai jika pembangunan berlanjut. Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton juga mendorong sebuah moratorium baru selama tiga bulan pada pembangunan Israel di atas tanah yang Palestina anggap sebagai milik mereka, kata sumber diplomatik, Kamis.

Namun, Netanyahu mengatakan kepada para pemimpin Partai Likud bahwa tidak ada perubahan posisi Israel. Pembekuan pembangunan itu akan berakhir pada 26 September ini.

Palestina telah menegaskan bahwa jika moratorium itu berakhir dan pembangunan dilanjutkan, mereka akan keluar dari pembicaraan damai, yang baru-baru ini dimulai kembali setelah absen selama 18 bulan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau