Perbankan

Integrasi ATM Belum Ada Keputusan

Kompas.com - 20/09/2010, 10:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pembahasan national payment gateway (NPG) terus bergulir. Namun, rencana penyatuan sistem pembayaran ini belum mencapai kata sepakat. "Kami sudah melakukan uji coba," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Budi Rochadi, akhir pekan lalu.

Titik terangnya, Bank Central Asia (BCA) dan Bank Mandiri yang semula bertahan dengan sikap masing-masing mulai melunak. Namun, Budi mengakui bahwa belum ada keputusan apa pun sehubungan dengan rencana tersebut. "Belum ada konklusi apakah akan interkoneksi atau membentuk satu perusahaan switching," jelasnya.

Kendati demikian, Budi optimistis target penyatuan sistem pembayaran alias NPG pada tahun 2011 dapat terlaksana. Selain berbicara dengan perbankan dan perusahaan penyedia jasa ATM, BI juga menggandeng PT Telekomunikasi Indonesia. "Kami mengajak Telkom yang mengetahui tentang aspek teknologinya," imbuhnya.

Asal tahu saja, saat ini ada tiga jaringan nasional penyedia jasa ATM, yakni PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa), PT Rintis Sejahtera (Prima), dan PT Daya Network Lestari (ALTO). Para pengelola jaringan ATM menyatakan kesiapan mereka menjalankan rencana BI tersebut. Aribowo, Kepala Biro Sistem Pembayaran Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran BI, menjelaskan, penyelarasan ATM tersebut masuk dalam program NPG.

Direktur Utama Daya Network Lestari Rudy Ramli mengatakan, sebenarnya wacana ini sudah muncul sejak tiga hingga empat tahun lalu. "Kami mendukung dan siap kalau interkoneksi ini bisa diterapkan tahun depan," kata Rudy kepada Kontan beberapa waktu lalu.

Menurut Rudy, dengan penyelarasan ATM, setidaknya nasabah akan memperoleh tiga keuntungan sekaligus. Pertama, nasabah memperoleh biaya transaksi ATM yang murah dan bisa diterima (reasonable). Kedua, nasabah bisa menggunakan kartu ATM di bank mana pun. Ketiga, sistem pembayaran ATM Indonesia makin efisien.

Wakil Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja mengingatkan, ada konsekuensi lain dari penerapan kebijakan penyatuan sistem pembayaran tersebut. "Kita semua harus siap membayar setiap transaksi yang bukan di banknya karena ada interchange fee," ujarnya. (Hari Widowati/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau