Jalan ambles

Lho, Jalan RE Martadinata Ditutup, Ya?

Kompas.com - 20/09/2010, 12:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah pengendara sepeda motor tak tahu bahwa sebagian Jalan RE Martadinata ditutup karena ambrol. Mereka pun terpaksa memutar dan mencari jalan alternatif.

Semakin siang, makin banyak pengendara yang kecele karena jalan tersebut ditutup. Meski sudah ada palang penutup sekitar 200 meter dari ujung-ujung jalan ambrol, mereka mengira sebagian jalan yang masih utuh tetap dapat dilalui sepeda motor.

Mereka terpaksa memutar setelah melihat pagar seng menutup empat jalur jalan di lokasi kejadian. Pengendara dari arah Tanjung Priok maupun Kota sama-sama kecewa.

"Waktu itu Kapolda (Metro Jaya) bilang motor bisa lewat. Kok sekarang ditutup?" gerutu salah seorang kurir saat mencoba kembali melewati palang terluar.

Pantauan Kompas.com, hampir semua pengendara kendaraan roda dua nekat menerabas palang terluar ini karena tak ada petugas keamanan di tempat tersebut seperti terlihat pada awal-awal setelah kejadian.

Masih ada pula sejumlah orang yang membawa keluarganya untuk sekadar mengintip jalan yang ambrol dari celah-celah pagar seng. Di pagar seng ini, terpasang peringatan berupa denah jalan yang ambrol.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau