JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana merger antara Flexi dan Esia yang akan dilakukan oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dengan PT Bakrie Telecom Tbk bisa memicu pada tindak monopoli, karenanya harus dipikirkan matang-matang.
Plh Kepala Biro Humas dan Hukum Kepala Bagian Advokasi Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU), Zaki Zein Badroen meminta agar kedua perusahaan tersebut melakukan konsultasi kepada KPPU terlebih dahulu.
Hal ini terkait dengan PP No. 57 Tahun 2010 tentang Penggabungan atau Peleburan Badan Usaha dan Pengambilalihan Saham Perusahaan yang dapat Mengakibatkan Terjadinya Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.
"Merger tersebut dilakukan pada pasar telekomunikasi layanan seluler berbasis code division multiple access (CDMA) di Indonesia memiliki segmen konsumen yang sangat besar dan cukup menjanjikan," kata Zaki di Jakarta, Senin (20/9/2010).
Dijelaskannya, kedua perusahaan tersebut sekarang mendominasi pasar seluler berbasis CDMA di Indonesia dan sangat beralasan bila kedua market leader tersebut akan mengarah adanya praktik monopoli jika sudah tidak ada lagi kompetitornya.
Selama ini Flexi merupakan produk PT Telekomunikasi Indonesia Tbk merupakan pesaing ketatnya Esia, yang merupakan produk PT Bakrie Telkom. Diharapkan merger yang akan dilaksanakan tersebut tidak melanggar Pasal 28 dan 29 Undang – Undang No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.
Merger dan akuisisi yang memenuhi threshold, jelasnya, harus dilaporkan ke KPPU sesuai yang diatur dalam PP No. 57 Tahun 2010. Apabila memang berpotensi mengakibatkan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat, KPPU berwenang untuk membatalkan merger tersebut.
"Untuk menghindari hal tersebut, maka diadakan forum konsultasi dimana pelaku usaha yang akan melakukan merger dan akuisisi dapat berkonsultasi mengenai akibat yang akan terjadi bila merger dan akuisisi tersebut dilakukan," paparnya.
Dengan demikian, kata dia, kerugian yang lebih besar dapat dihindari. Untuk itu, sebaiknya pelaku usaha memanfaatkan forum konsultasi ini sebaik-baiknya
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang