MADRID, MINGGU
Nibali, pebalap berusia 25 tahun dari Sisilia ini, menjadi pebalap Italia pertama yang memenangi balapan selama tiga pekan ini sejak tahun 1990. Dua puluh tahun lalu, gelar di Spanyol ini diraih Marco Giovannetti. Nibali melampaui pebalap tuan rumah, Ezequiel Mosquera.
Nibali mencatat waktu 41 detik lebih cepat dari Ezequiel Mosquera. Ia mampu mengatasi serangkaian aksi Mosquera dalam melepaskan diri dari peleton. Nibali mampu mengimbangi aksi pebalap Spanyol itu dengan aksi yang sama, terutama pada etape ke-20 yang penuh tanjakan.
Memang, pada etape ke-20, Sabtu, Mosquera masih tetap yang terbaik. Dengan demikian, ia berada di posisi kedua dalam pencapaian waktu secara keseluruhan di bawah Nibali.
Urutan ketiga tercepat direbut pebalap Slowakia, Peter Velits, yang juga memenangi sesi time trial.
Nibali dalam setahun ini menunjukkan perkembangan pesat. Pada Tour de France tahun lalu, Nibali hanya mampu berada di urutan ketujuh. Tahun 2010 pada balapan Giro d’Italia, ia berada di urutan ketiga, dan disebut-sebut sebagai pemenang potensial dalam Grand Tours. Pemenang perlombaan di negaranya itu adalah pebalap satu timnya, Ivan Basso.
Memang, sejumlah nama bintang di jagat balap sepeda absen pada turnamen ini. Juara Tour de France tiga kali, Alberto Contador, memutuskan tidak ikut bertanding. Valverde juga tengah menjalani masa skorsing.
Peluang Nibali untuk berada di posisi puncak makin besar saat menempuh etape ke-14. Pada etape itu, pebalap yang sejak awal memimpin balapan, Igor Anton, terpaksa mundur karena terjatuh. Nibali menggantikannya.
Bagaimanapun, meski dengan beberapa keuntungan tersebut, Nibali tetaplah layak menjadi yang pertama di kompetisi ini. Ia menunjukkan kelasnya dan performa terbaik pada pekan terakhir. Ia mampu membikin Mosquera sulit bahkan dengan beberapa taktiknya yang agresif. Spesialis tanjakan asal Spanyol, Joaquin Rodriguez, pun kesulitan dibuatnya.
Rodriguez sempat memimpin waktu pada etape ke-16, mengambil alih posisi Nibali. Saat itu ia mendapatkan kostum merah, dan lebih cepat 33 detik atas Nibali yang terpuruk di posisi kedua.
Sayang, saat sesi time trial, Rodriguez kurang cepat. Pada time trial hari berikutnya, pada etape ke-17, Nibali mampu mencatat waktu lebih cepat. Performanya solid saat menempuh jarak 46 kilometer.
Setelah Rodriguez terpuruk, duel pada hari-hari terakhir pekan terakhir makin seru antara Mosquera dan Nibali. Terakhir pada etape ke-20 di Bola del Mundo, saat Mosquera juara.
Namun, catatan waktu Nibali masih belum mampu dikejar. Bahkan, pada etape terakhir dari Garmin ke Transitions, sprinter Tyler Farrar yang unggul. Ia diikuti pebalap AS, Mark Cavendish, lalu Allan Davis asal Australia di tempat ketiga.
Pebalap Perancis, David Moncoutie, memenangi jersey polka dot untuk raja tanjakan. Cavendish, yang pernah memenangi 15 etape Tour de France selama tiga tahun juga mendapat jersey karena memenangi tiga etape di balapan ini.