Keket Sudah Memaafkan Andi Soraya

Kompas.com - 21/09/2010, 08:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Model dan pemain film Catherine Wilson mengaku sudah memaafkan Andi Soraya, rekan seprofesinya yang kini ditahan di Pondok Bambu, Jakarta. Andi ditahan karena kasus tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap perempuan bernama Sukaesih.

Keket, begitu Catherine disapa, pernah berselisih hingga saling lapor ke pihak berwajib gara-gara berebut pamor Pangeran Cendana, Tommy Soeharto, beberapa waktu lalu. Karena peristiwa tersebut, kedua artis sudah tidak pernah berkomunikasi lagi.

"Masih suasana Lebaran dan saya selalu ceria. Memaafkan pasti karena ini masih Lebaran dan jangan dibahas lagi," ucap Catherine Wilson ditemui pada acara peluncuran film terbarunya di PPHUI, Kuningan, Jakarta, Senin (20/9/2010).

Keket yang selama ini sibuk dengan shooting filmnya masih terus diincar para pewarta mengenai hubungan dirinya dengan Andi Soraya.

Kasus pertengkaran kedua artis cantik tersebut berhenti karena pihak kepolisian mengeluarkan keputusan Surat Perintah Penghentian Perkara atau SP3 pada 23 April 2010.

Seperti dikabarkan, pertengkaran Andi Soraya dan Keket terjadi saat mereka berdua menghadiri pembukaan restoran milik Tommy Soeharto di Pecatu, Bali, 8 Februari 2009.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau