Transportasi

Bulan Depan, Operasi Kelayakan Angkot

Kompas.com - 21/09/2010, 11:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mulai bulan depan, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan menggelar operasi terhadap kelaikan angkutan umum. Ini dilakukan untuk menjaring angkutan umum yang tidak layak beroperasi.

Kepala Dishub DKI Udar Pristono mengatakan, operasi tersebut akan digelar di terminal-terminal dan jalan-jalan Ibu Kota. Uji terhadap kendaraan ini meliputi pengecekan kondisi luar (bodi) kendaraan, emisi gas buang, kelengkapan peralatan keselamatan, dan sebagainya. Pengujian ini sudah pernah dilakukan pada persiapan mudik Lebaran beberapa waktu lalu.

"Kami sebenarnya sudah melakukannya secara rutin, tapi ini akan dilakukan lebih ditingkatkan," kata Pristono seusai menghadiri upacara peringatan ke-39 Hari Perhubungan Nasional di lapangan IRTI Monas, Selasa (21/9/2010).

Pada uji kendaraan angkutan mudik Lebaran lalu, Dishub DKI telah menguji 2.370 bus di empat terminal bus antarkota antarprovinsi. Dari jumlah tersebut, 2.178 bus di antaranya dinyatakan lulus uji, sedangkan 192 unit atau 8,1 persen lainnya dinyatakan tidak lain jalan.

Persentase kendaraan yang tidak lulus uji itu mengalami penurunan dibanding tahun lalu, yaitu 190 kendaraan (17,13 persen) dari 1.109 bus yang diuji dianggap tidak layak jalan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau