Korea utara

Partai Pekerja Bertemu, Kim Jong Un Ditunggu

Kompas.com - 21/09/2010, 15:12 WIB

KOMPAS.com — Kim Jong Un kira-kira boleh digambarkan sebagai siluman. Makin sering disebut namanya. Tapi, boro-boro khalayak tahu wajahnya. Bahkan sampai kini, juru foto media Barat belum pernah memotret sosok yang acap disebut-sebut sebagai "pangeran" di kalangan petinggi Korea Utara.

Oh iya, Kim Jong Un adalah anak kandung pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Il dari istri bernama Ko Young Hee. Dari perempuan artis penari etnis Korea kelahiran Jepang ini, Kim Jong Il juga punya anak laki-laki bernama Kim Jong Chul.

Sementara itu, Kim Jong Il juga memiliki istri kedua bernama Song Hye Rim. Dari rahim perempuan yang juga aktris terkenal Korut ini lahirlah anak laki-laki bernama Kim Jong Nam.

1980

Menengok sedikit ke belakang, sebagaimana catatan Kantor Berita Korut pada Selasa (21/9/2010), nama Kim Jong Il pada 1980 disebut dalam pertemuan Partai Pekerja oleh pemimpin Korut kala itu, Kim Il Sung. Pascapertemuan itu, Kim Jong Il pun setahap demi setahap menjadi pemimpin baru Korut. Kim Il Sung meninggal dunia pada 1994.

Selanjutnya, cara-cara seperti itu, menurut analisis media luar Korut, akan ditempuh dalam pertemuan Partai Pekerja pekan depan. Pertemuan itu merupakan konferensi pertama dalam waktu 20 tahun belakangan. "Konferensi Partai Pekerja Korea untuk memilih dewan kepemimpinan agung akan berlangsung di Pyongyang pada tanggal 28 September," begitu bunyi pengumuman media Korut.

Kim Jong Il yang berusia 68 tahun dilaporkan terkena stroke pada 2008 dan menjalani pengobatan di China. Kendati begitu, baik Korea Utara maupun China tidak pernah mengukuhkan laporan tersebut.

Kabar burung tentang pilihan Kim atas putra ketiganya yang berusia 26 atau 27 tahun itu mulai terdengar ke dunia luar tahun lalu. Tak banyak yang diketahui tentang Kim Jong Un selain catatan kalau dirinya sempat menempuh pendidikan di Swiss.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau