Qory Sandioriva: Modalnya Percaya Diri dan Mental Baja

Kompas.com - 21/09/2010, 15:55 WIB

KOMPAS.com - Tak mudah mencari perempuan cantik, cerdas, dan berwawasan yang bisa menjadi representasi perempuan mandiri untuk berkontribusi di tingkat dunia. Perempuan cantik berwawasan yang berkompetisi meraih mahkota Miss Universe menjadi salah satu cara menyeleksi perempuan untuk ikut berperan.

Tak sekadar cantik dan bertubuh ideal, finalis Miss Universe juga perlu memiliki kepercayaan diri dan tahan mental. Inilah pengalaman personal Puteri Indonesia 2009 Qory Sandioriva saat mengikuti ajang Miss Universe 2010 yang digelar di Mandalay Bay, Las Vegas, Amerika Serikat, Agustus lalu.

Qory yang masih berusia belia (19) mengaku bangga berada di antara perempuan muda yang percaya diri dari berbagai negara. Tak mudah menghadapi berbagai pro kontra sepanjang aktivitasnya di Miss Universe, terutama dalam usia mudanya.    
 
"Berbagai masalah saya hadapi dengan senyuman," katanya saat ditemui Kompas Female usai Pemilihan Puteri Indonesia Tingkat Daerah Bantendi Serpong Town Square, Serpong, Banten, Sabtu (18/9/2010) lalu.

Partisipasi Qory dalam ajang Miss Universe memberikan pengalaman yang menambah kapasitas dirinya. Menambah kepercayaan diri salah satunya. Selain itu, berdasarkan pengalamannya selama masa karantina sejak 7 Agustus 2010, perempuan Indonesia dinilai sangat ramah, sopan, dan santun oleh perempuan dari berbagai negara lain.

"Mereka (finalis Miss Universe, RED) menilai perempuan Indonesia friendly, sopan, dan santun," akunya.

Selama 17 hari di Las Vegas, Qory mengaku mendapatkan pengalaman berharga yang tidak bisa dibeli. Ia bisa memelajari karakter budaya, bahasa, selain juga berkenalan dengan perempuan-perempuan hebat di seluruh mancanegara.

Pertemanan yang dibangunnya bersama finalis Miss Universe bisa jadi takkan terlupakan. Qory yang berulangtahun pada 17 Agustus, mendapati kejutan lebih dari sekali saat menjalani masa karantina.

"Senang sekali merayakan ulangtahun dengan perhatian dari teman-teman baru di sana. Saya diberi kejutan tiga kali. Pertama, saat bangun tidur pagi-pagi mereka mengucapkan selamat, lalu mereka juga memberi kejutan kue, dan malam harinya memberikan kejutan saat kami menonton acara musik bersama," katanya sumringah.

Kehadiran Qory di ajang kecantikan ratu sejagad ini juga membawa misi melestarikan alam dan lingkungan, melalui penyelamatan harimau dan habitatnya. Maklum, perempuan asal Aceh Tengah ini dinobatkan Kementrian Kehutanan sebagai Duta Harimau sejak 22 Januari 2010 lalu.

"Indonesia sudah terkenal, terutama batiknya. Tugas saya di sana juga mempromosikan tentang harimau dan mengangkat isu global warming. Jika tak menjaga dan menyelamatkan hutan dan lingkungan, di mana lagi harimau akan tinggal," katanya.

Miss Mexico Jimena Navarrete (22) terpilih sebagai penerima mahkota tertinggi di ajang kontes Miss Universe 2010. Dengan bermodalkan kecantikan, kemandirian, dan wawasan, ajang ini bagaimanapun memberikan kesempatan kepada perempuan tingkat dunia untuk berperan di level internasional.

Tugas dan peran perempuan muda di panggung dunia perlu ditopang dengan kepercayaan diri, mental baja, dan tentu saja kemandirian. Inilah yang Qory pelajari. Tahun depan, siapakah yang akan mewakili Indonesia di panggung beauty pigeon di tingkat dunia?  

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau