Suzuki Indonesia Bangun Pabrik Mesin

Kompas.com - 21/09/2010, 15:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Suzuki Motor Corporation (SMC) punya dua misi untuk Indonesia, yakni menaikkan kapasitas produksi dari 100.000 unit menjadi 200.000 unit per tahun dan membangun pabrik mesin untuk menyukseskan proyek mobil murah dan ramah lingkungan (low cost and green car). Realisasi kedua proyek dimulai tahun depan dengan dana investasi 250 juta dollar Amerika.

"Angkanya lebih dari itu dan ini investasi besar sekali," ujar Subronto Laras, Presiden Komisaris PT Indomobil Sukses International Tbk, mitra lokal Suzuki di Indonesia usai mendampingi Chairman sekaligus CEO SMC Osamu Suzuki saat bertemu Menteri Perindustrian MS Hidayat di Jakarta, hari ini (21/9/2010).

Subronto menegaskan, Suzuki sangat kuat dalam teknologi mesin kecil dengan kapasitas 800-1.200cc. Mesin yang diproduksi nanti digunakan untuk menyokong mobil low cost and green car Suzuki di Indonesia.

Yoshiji Terada, Presiden Direktur PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) yang juga turut dalam pertemuan masih enggan menjelaskan lebih jauh terkait rencana ini. Dia menegaskan, saat ini Suzuki masih perlu mempelajari lebih lanjut sebelum mengambil keputusan. "Kami masih pelajari sampai akhir tahun, kalau pun jadi baru mulai tahun depan. Investasinya sangat besar, berapanya no comment," beber Terada.

Aliansi VW Seperti kita ketahui, Volkswagen AG (VW) telah mengakuisisi sebagian saham Suzuki. Tampaknya, langkah investasi Suzuki di Indonesia menjadi selaras dengan VW yang merencanakan hal serupa. Namun di Tanah Air, manajemennya kedua produsen itu berlainan.

"Belum ada pembicaraan ke arah situ (aliansi). Tapi, kalau kedepannya mungkin saja, kan tinggal jalan saja," jelas Subronto.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau