JAKARTA, KOMPAS.com - Suzuki Motor Corporation (SMC) punya dua misi untuk Indonesia, yakni menaikkan kapasitas produksi dari 100.000 unit menjadi 200.000 unit per tahun dan membangun pabrik mesin untuk menyukseskan proyek mobil murah dan ramah lingkungan (low cost and green car). Realisasi kedua proyek dimulai tahun depan dengan dana investasi 250 juta dollar Amerika.
"Angkanya lebih dari itu dan ini investasi besar sekali," ujar Subronto Laras, Presiden Komisaris PT Indomobil Sukses International Tbk, mitra lokal Suzuki di Indonesia usai mendampingi Chairman sekaligus CEO SMC Osamu Suzuki saat bertemu Menteri Perindustrian MS Hidayat di Jakarta, hari ini (21/9/2010).
Subronto menegaskan, Suzuki sangat kuat dalam teknologi mesin kecil dengan kapasitas 800-1.200cc. Mesin yang diproduksi nanti digunakan untuk menyokong mobil low cost and green car Suzuki di Indonesia.
Yoshiji Terada, Presiden Direktur PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) yang juga turut dalam pertemuan masih enggan menjelaskan lebih jauh terkait rencana ini. Dia menegaskan, saat ini Suzuki masih perlu mempelajari lebih lanjut sebelum mengambil keputusan. "Kami masih pelajari sampai akhir tahun, kalau pun jadi baru mulai tahun depan. Investasinya sangat besar, berapanya no comment," beber Terada.
Aliansi VW Seperti kita ketahui, Volkswagen AG (VW) telah mengakuisisi sebagian saham Suzuki. Tampaknya, langkah investasi Suzuki di Indonesia menjadi selaras dengan VW yang merencanakan hal serupa. Namun di Tanah Air, manajemennya kedua produsen itu berlainan.
"Belum ada pembicaraan ke arah situ (aliansi). Tapi, kalau kedepannya mungkin saja, kan tinggal jalan saja," jelas Subronto.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang