Belimbing Jadi Desa Wisata

Kompas.com - 21/09/2010, 16:04 WIB

TABANAN, KOMPAS.com - Badan Pariwisata Dunia (United Nations World Tourism Organization) turut mendeklarasikan Desa Belimbing di Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali, menjadi desa wisata.

Pendeklarasian desa wisata Belimbing dihadiri Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dan perwakilan UN-WTO, I Gede Ardika. "Desa ini memiliki pesona pemandangan indah yang berpotensi dikembangkan sebagai desa wisata," kata Ardika, Senin (20/9/2010).

Ardika mengungkapkan, tokoh dan masyarakat Belimbing memiliki semangat yang tinggi dalam pengembangan destinasi wisata setempat.

"Semangat menyama braya masyarakat Belimbing cukup tinggi, tinggal bagaimana pihak terkait membuka peluang ke arah sana," ungkap mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata pada pemerintahan Megawati Soekarnoputri itu.

Yang penting, ujar Ardika, upaya masyarakat di samping melestarikan nilai budaya setempat, juga dalam rangka meningkatkan mutu kehidupan warga. Kekuatan masyarakat sebagai modal dasar harus benar-benar disinergikan dengan semua komponen terkait lainnya.

Masyarakat, lanjut Ardika, selain sebagai tuan rumah, juga sebagai pengelola sekaligus penikmat hasil upaya yang dilakukan sehingga perlu kepedulian semua komponen terkait.

Pendeklarasian Desa Belimbing sebagai desa wisata ditandai dengan penandatanganan di atas kanvas oleh Bupati Tabanan, UN-WTO dan komponen terkait lainnya.

Bupati Eka Wiryastuti berharap nilai-nilai kearifan lokal yang dimiliki Desa Belimbing, utamanya ekologi Desa Belimbing dapat dipertahankan. "Ke depan Desa Belimbing diharapkan bisa sebagai desa wisata yang memiliki jati diri jelas. Pemerintah sebagai pemegang kebijiakan akan memberi dukungan positif ke arah itu," kata Eka.

Bupati Tabanan memaparkan, dalam pengembangan objek wisata, Sapta Pesona merupakan hal penting yang harus diterapkan. Pasalnya, tujuh unsur tersebut sangat dibutuhkan wisatawan bila berkunjung ke suatu objek wisata. "Mereka membutuhkan rasa aman, tertib, bersih, indah, sejuk, masyarakat yang ramah tamah. Yang terpenting  adalah sebuah kenangan terhadap objek wisata," katanya.

"Saya berharap masyarakat Belimbing untuk bisa menciptakan souvenir khas Belimbing, sehingga mereka selalu terkenang dengan Desa Belimbing," tambah Eka Wiryastuti. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau