Aset Century Rp 11 T Baru Gambaran Kasar

Kompas.com - 22/09/2010, 11:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kabareskrim Mabes Polri Komjen Ito Sumardi mengungkapkan, aset Bank Century di luar negeri yang ditaksir mencapai Rp 11 triliun baru merupakan gambaran kasar yang dilontarkan mantan Kabareskrim terdahulu, Komjen Susno Duadji, sehingga perlu dipastikan kebenarannya.

"Dulu Susno mengatakan Rp 11 triliun ada di luar negeri aset Century, perkiraan Susno baru gambaran kasar. Uang itu dari mana dan siapa, mana hak kita," ujar Ito, Rabu (22/9/2010), sebelum mengikuti rapat tim pengawas Kasus Bank Century di DPR RI, Jakarta.

Ia memastikan, kepolisian akan tetap mem-backup. Akan tetapi, ia mengaku proses pengusutan aset Bank Century ini tidak mudah dan sulit. "Hasil pemeriksaan, perkembangan tindak pidana belum," ujarnya.

Sebelumnya, tindak pidana diduga terjadi dalam kasus Bank Century seperti money laundring atau pencucian uang, kejahatan perbankan, dan korupsi. Oleh karena itu, Tim Pengawas Kasus Bank Century, Rabu ini, akan menanyakan perkembangan pengusutan aset serta temuan kejahatan pada aliran dana yang didapat aparat penegak hukum.

Pembahasan ini merupakan tindak lanjut rekomendasi hak angket DPR yang menginginkan adanya pengembalian aset bank. Dalam rapat itu, Jaksa Agung, Kapolri, Menhuk dan HAM, Menkeu, dan Ketua LPS, yang semula dijadwalkan hadir, justru tidak memenuhi undangan dengan berbagai alasan dan digantikan jajaran di bawahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau