Mapolsek diserbu

Polri: Teroris Tunjukkan Eksistensi

Kompas.com - 22/09/2010, 11:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Divisi Humas Polri Irjen Iskandar Hasan, mengatakan, kemungkinan para pelaku penyerangan Mapolsek Harapan Perak, Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (22/9/2010 ) dini hari, ingin menunjukkan eksistensinya bahwa mereka, kelompok teroris, masih ada pascapenangkapan 20 anggotanya.

"Kita tangkap mereka. Mereka tunjukkan eksistensinya bahwa mereka masih ada," ucap Iskandar ketika dihubungi wartawan, Rabu.

Iskandar mengatakan, kemungkinan besar para pelaku penyerangan mapolsek berkaitan dengan perampokan Bank CIMB Niaga di Medan. Indikasi itu dilihat dari pola penyerangan yang menggunakan senjata api serbu jenis AK47, M16, SS1, dan pistol. Senpi itu juga digunakan para perampok Bank CIMB Niaga. "Nanti kita pertajam lagi dengan hasil balistik," ucapnya.

Kepala Polda Sumut Irjen Oegroseno, ketika dihubungi terpisah, mengatakan, pihaknya telah menerjunkan 200 personel Brimob Polda Sumut untuk memburu para pelaku. Oegroseno mengatakan, ia juga telah menginstruksikan agar meningkatkan kewaspadaan di kantor-kantor polisi di Sumut.

Seperti diberitakan, Tim Densus 88 Antiteror Polri baru-baru ini menangkap 20 teroris, tiga orang di antaranya tewas. Mereka diduga terlibat perampokan Bank CIMB Niaga di Medan. Polri masih memburu sekitar 15 teroris lain. Menurut Kepala Bidang Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Marwoto Soeto, kemungkinan para pelaku penyerangan mapolsek masuk dalam daftar pencarian orang pihaknya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau