Insiden hkbp

Pernah Ada, Solusi Gedung eks-OPP

Kompas.com - 22/09/2010, 13:11 WIB

BEKASI, KOMPAS.com - Gedung eks-OPP (Organisasi Partai Politik) di Jalan Chairil Anwar, Bekasi ternyata pernah ditawarkan Pemerintah Kota Bekasi sebagai solusi bagi jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pondok Timur Indah (PTI) untuk melakukan kebaktian. Solusi itu merupakan hasil pertemuan Pemkot Bekasi pada 21 Juli 2010 .

Demikian disampaikan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi dalam keterangan Kronologi Kasus Gereja HKBP PTI, Mustika Jaya yang diterima para wartawan, Selasa (21/9/2010), di Bekasi.

Ketua FKUB Kota Bekasi, Badruzzaman Busyairi menjelaskan, seandainya solusi pemakaian Gedung eks-OPP tidak diambil dan jemaat HKBP PTI masih tetap melaksanakan kebaktian di Ciketing Asem serta warga juga tetap menolak kehadiran jemaat HKPB, maka aparat yang berwenang akan mengambil tindakan.

"Para petugas dari Polres Metro Bekasi dan Satpol Pamong Praja Pemkot Bekasi akan mengevakuasi para jemaat," kata dia.

Wali Kota Bekasi pada 23 Juli 2010 bahkan mengeluarkan surat yang diparaf oleh Wakil Wali Kota No 460/92 -Kessos/VII/ 2010. Surat itu meminta jemaat HKBP PTI agar melakukan kebaktian di Gedung eks-OPP selama tiga bulan dan bisa diperpanjang sesuai persyaratan yang berlaku.

"Tapi, mereka tetap menggelar ibadah di Kampung Ciketing Asem pada Minggu (25/7/2010). Padahal, warga sekitar terus menolaknya," ujar Badruzzaman.

FKUB juga mencatat, pada 28 Juli 2010 jemaat HKBP PTI mengirim surat kepada Muspida Kota Bekasi yang memohon perlindungan hukum dan bantuan hukum. Surat itu menegaskan sikap HKBP PTI yang akan tetap melakukan kebaktian di Kampung Ciketing Asem sesuai Surat Pemkot Bekasi No 460/1529 -Kessos/VII/ 2010 tertanggal 9 Juli 2010.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau