JAKARTA, Kompas.com - Prestasi tunggal putri Indonesia benar-benar berada di titik terendah. Jangankan berharap membawa gelar juara ke Tanah Air, menuju babak yang lebih tinggi dalam sebuah event pun butuh sebuah "keajaiban".
Hal ini tampak jelas di Jepang Terbuka Super Series 2010. Dua pemain putri Indonesia yang bernaung di bawah atap Pelatnas Cipayung, Adriyanti Firdasari dan Maria Febe Kusumastuti, sudah harus angkat koper di babak pertama, sehingga wakil "Merah Putih" di nomor ini langsung habis.
Dalam pertandingan yang berlangsung Rabu (22/9/10), Firdasari tak mampu membendung kehebatan pemain China yang tidak diunggulkan, Jiang Yanjiao. Dalam pertarungan berdurasi 30 menit, Firda kalah dua set langsung 15-21, 21-23.
Setali tiga uang, Maria Febe, yang berstatus pemain nomor satu di Pelatnas, juga tak berdaya menghadapi pemain Hongkong Yip Pui Yin. Maria Febe menyerah dua set langsung 17-21, 16-21 setelah bertarung selama 34 menit.
Dari sektor ganda putri, Indonesia masih menaruh harapan kepada Meiliana Jauhari/Greysia Polii. Unggulan 8 ini maju ke babak kedua setelah menang 21-16, 21-6 atas pemain pasangan Amerika Serikat Eva Lee/Paula Lynn Obanana. Tapi selanjutnya, Meiliana/Greysia bertemu lawan tangguh, yaitu pasangan Korea Selatan Ha Jung Eun/Jung Kyung Eun.
Selain pasangan Pelatnas tersebut, masih ada juga Vita Marissa/Nadya Melati. Pemain non-pelatnas ini lolos ke babak kedua setelah menang 21-16, 21-15 atas pasangan Jepang Ayumi Mine/Kurumi Yonao. Hanya saja, peluang Vita/Nadya di babak kedua nanti sangat berat karena mereka langsung bertemu unggulan 3 dari China, Cheng Shu/Zhao Yunlei.
Satu pasangan Pelatnas sudah langsung tersingkir di babak pertama ini, yaitu Shendy Puspa Irawati/Nitya Krishinda Maheswari. Mereka menyerah 21-14, 13-21, 15-21 dari pasangan gado-gado Petya Nedelcheva (Bulgaria)/Anastasia Russkikh (Rusia).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang