Nigeria

Warga Thailand dan Perancis Diculik

Kompas.com - 23/09/2010, 10:25 WIB

LAGOS, KOMPAS.com - Empat pelaut, seorang Thailand dan tiga Perancis, awak kapal pasokan industri minyak di lepas pantai Nigeria, diculik di Delta Niger, Rabu (22/9).

Penculikan itu merupakan drama penyanderaan kedua bagi pekerja energi Perancis di Afrika Barat dalam tempo kurang dari sepekan. Juru bicara angkatan laut Nigeria, David Nabaida, kepada AFP, membenarkan bahwa empat pelaut, bukan tiga seperti yang diberitakan sebelumnya, telah diculik.

"Segala tindakan sedang dilakukan untuk menjamin kami bisa menyelamatkan orang-orang itu, dan kami berharap bisa segera dilakukan," katanya. "Mereka (para penyerang) bersenjata sangat bagus. Terjadi baku tembak sengit antara mereka dan orang-orang kami, selama hampir dua setengah jam. Saya rasa ada unsur-unsur kejahatan yang berusaha untuk mencari uang," katanya.

Dia merujuk pada kecemasan bahwa kemungkinan ada motif politik di balik penculikan itu.

Korban penculikan itu bekerja pada perusahaan jasa kelautan Perancis Bourbon, dan kementerian luar negeri Perancis mengatakan mereka telah dikontak oleh keluarga pekerja yang diculik.

Kementerian Luar Negeri Perancis juga mengatakan sedang bekerja sama dengan pihak berwenang Nigeria untuk menjamin pembebasan mereka. "Semua tindakan itu menjadi tindakan klasik pembajakan," kata Menteri Pertahanan Perancis, Berve Morin, kepada Televisi 24 Perancis.

Sejauh ini tidak ada laporan-laporan mengenai tuntutan uang tebusan. Drama pada hari Rabu itu terjadi kurang dari sepekan setelah lima warga Perancis yang bekerja di tambang uranium di Niger diculik oleh gerilyawan Al Qaeda.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau