LAGOS, KOMPAS.com - Empat pelaut, seorang Thailand dan tiga Perancis, awak kapal pasokan industri minyak di lepas pantai Nigeria, diculik di Delta Niger, Rabu (22/9).
Penculikan itu merupakan drama penyanderaan kedua bagi pekerja energi Perancis di Afrika Barat dalam tempo kurang dari sepekan. Juru bicara angkatan laut Nigeria, David Nabaida, kepada AFP, membenarkan bahwa empat pelaut, bukan tiga seperti yang diberitakan sebelumnya, telah diculik.
"Segala tindakan sedang dilakukan untuk menjamin kami bisa menyelamatkan orang-orang itu, dan kami berharap bisa segera dilakukan," katanya. "Mereka (para penyerang) bersenjata sangat bagus. Terjadi baku tembak sengit antara mereka dan orang-orang kami, selama hampir dua setengah jam. Saya rasa ada unsur-unsur kejahatan yang berusaha untuk mencari uang," katanya.
Dia merujuk pada kecemasan bahwa kemungkinan ada motif politik di balik penculikan itu.
Korban penculikan itu bekerja pada perusahaan jasa kelautan Perancis Bourbon, dan kementerian luar negeri Perancis mengatakan mereka telah dikontak oleh keluarga pekerja yang diculik.
Kementerian Luar Negeri Perancis juga mengatakan sedang bekerja sama dengan pihak berwenang Nigeria untuk menjamin pembebasan mereka. "Semua tindakan itu menjadi tindakan klasik pembajakan," kata Menteri Pertahanan Perancis, Berve Morin, kepada Televisi 24 Perancis.
Sejauh ini tidak ada laporan-laporan mengenai tuntutan uang tebusan. Drama pada hari Rabu itu terjadi kurang dari sepekan setelah lima warga Perancis yang bekerja di tambang uranium di Niger diculik oleh gerilyawan Al Qaeda.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang