Puluhan Mobil Mewah 'Bodong' Digaruk

Kompas.com - 23/09/2010, 12:32 WIB

BATAM, KOMPAS.com — Badan Reserse Kriminal Mabes Polri bekerja sama dengan Polresta Barelang melakukan razia mobil yang diduga berdokumen palsu alias bodong di Kota Batam, Kepulauan Riau, Kamis (23/9/2010). Sampai berita ini diturunkan, sedikitnya 20 mobil telah diamankan di depan halaman Kantor Polresta Barelang.

Mobil yang dirazia adalah mobil impor yang tahun pemasukan ke Batam sebenarnya setelah tahun 2004, tetapi dokumennya dibuat seolah-olah sebelum tahun 2004. Biasanya ini terjadi pada mobil-mobil yang tergolong mewah.

Razia dilakukan di jalan-jalan protokol Kota Batam. Sedianya kegiatan ini akan dilakukan selama beberapa hari. Sampai berita ini diturunkan, sejumlah mobil yang diduga berdokumen palsu masih terus berdatangkan untuk diamankan di depan halaman Kantor Polresta Barelang.

Dari sedikitnya 20 mobil yang diamankan, jenisnya antara lain Jaguar S Type, Mercedez S 230, BMW X5, Toyota Wish, dan Lexus Cygnus. Dalam beberapa STNK yang diperiksa polisi, tertulis tahun pemasukan mobil adalah 2003.

Direktur I Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Brigjen (Pol) Usman Nasution yang memimpin operasi razia menyatakan, pemalsuan dokumen dengan membuat tahun pemasukan menjadi sebelum tahun 2004 dimaksudkan untuk menghindari pajak kendaraan bermotor. Dengan demikian, ada kerugian negara akibat pemalsuan dokumen tersebut.

"Kami terus mengembangkan kasus ini. Siapa saja pelakunya akan kami periksa, termasuk instansi yang mengeluarkan dokumen," kata Usman.

Mobil-mobil impor yang masuk ke Batam sebelum tahun 2004 tidak dikenai pajak kendaraan. Namun, sejak 2004, mengacu Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2003 tentang Perlakuan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di Kawasan Berikat Daerah Industri Pulau Batam, mobil impor dikenai pajak kendaraan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau