Perankan Letkol Soeharto, Marcell Bangga

Kompas.com - 23/09/2010, 13:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Bermain sebagai Letnan Kolonel Soeharto dalam film Laskar Pemimpi bikin penyanyi Marcell Siahaan bangga karena ternyata pejuang yang kemudian menjadi Presiden Kedua Republik Indonesia itu adalah tokoh idola masa kecilnya.

"Soeharto adalah idola saya sejak kecil jadi saya bangga memerankan beliau dalam film ini," kata Marcell setelah acara nonton perdana film Laskar Pemimpi di Planet Hollywood, Jakarta, Rabu.

Film Laskar Pemimpi mengambil latar belakang peristiwa Serangan Umum 1 Maret, ketika Soeharto yang saat itu masih berpangkat sebagai letnan kolonel memimpin serangan besar-besaran terhadap Belanda di Yogyakarta.

"Melalui film ini saya berharap generasi sekarang bisa kembali mengenang dan menghargai para pejuang pendiri negara ini," tegas Marcell.

Menurutnya meski Soeharto yang kemudian memimpin Indonesia selama 32 tahun penuh kontroversi, masyarakat Indonesia tidak seharusnya melupakan sumbangsih sang pejuang dalam mewujudkan Indonesia sebagai sebuah negeri merdeka.

Laskar Pemimpi dijadwalkan tayang di bioskop-bioskop Indonesia mulai 30 September.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau