Mavi marmara

Israel Melanggar Hukum Internasional

Kompas.com - 23/09/2010, 13:57 WIB

KOMPAS.com — Laporan Tim Penyelidik PBB kelar sudah. Isinya sangat tegas mengatakan kalau Israel melanggar hukum internasional tatkala menyerang kapal kemanusiaan Mavi Marmara pada 31 Mei 2010 lalu. Sebagaimana warta media AP, AFP, dan CNN pada Kamis (23/9/2010), laporan tim itu menyatakan, aksi serbuan oleh perwira komando yang menyebabkan sembilan sukarelawan tewas itu berlebihan dan melanggar tingkat kebrutalan yang bisa diterima.

Di dalam laporan itu disebutkan pula bukti-bukti kalau Israel harus diadili lantaran aksi Negara Zionis itu termasuk kategori "pembunuhan disengaja".

Namun, bukan Israel namanya kalau tidak memilih sikap "kepala batu". Pihak Israel bahkan mengatakan laporan ini bias dan berpihak. Militer negara itu tetap ngotot kalau tentaranya bertindak sebagai bentuk bela diri saat menyerbu pada saat itu.

Bukti jelas

Sembilan pegiat Turki pendukung Palestina terbunuh, sedangkan sejumlah lainnya luka setelah pasukan komando Israel menduduki konvoi enam kapal saat mencoba melewati perairan Gaza yang diblokade Israel.

Muncul kritik luas kalangan internasional atas tindakan Israel ini. Sementara itu, hubungan Israel memburuk dengan Turki yang merupakan sekutu Muslimnya di Eropa.

Dalam laporan sepanjang 56 halaman itu, sebuah panel terdiri dari tiga ahli hukum internasional PBB menyatakan, "Jelas ada bukti yang mendukung perlunya mengadili aksi kriminal terkait ayat 147 Konvensi Jenewa: pembunuhan disengaja; penyiksaan atau perlakuan tidak manusiawi; sengaja menyebabkan penderitaan berat atau cedera serius pada tubuh atau kesehatan orang lain."

Tim pencari fakta PBB juga mengatakan, blokade Israel atas wilayah Palestina tidak sesuai undang-undang karena krisis kemanusiaan di wilayah itu.

Demi laporan itu, tim melakukan wawancara terhadap lebih dari 100 saksi di Inggris, Jordania, Swiss, dan Turki. Namun, tidak ada satu pun saksi yang tinggal di Israel.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau