Inilah 14 Calon Anggota Komisi Yudisial

Kompas.com - 23/09/2010, 14:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Panitia Seleksi Pemilihan Ketua Komisi Yudisial membawa 14 nama calon anggota Komisi Yudisial kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (23/9/2010). Ke-14 nama itu akan dibawa ke DPR untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sebelum dipilih menjadi anggota KY.

Ke-14 nama calon tersebut dan latar belakangnya adalah sebagai berikut:

1. Jawahir Thontowi (akademisi)

2. Suparman Marzuki (akademisi)

3. Ibrahum (akademisi)

4. Mangasa Manurung (praktisi)

5. Hermansyah (akademisi)

6. Iman Anshori Saleh (masyarakat)

7. H Abbas Said (hakim)

8. Taufiqurrohman S (akademisi)

9. Eman Suparman (akademisi)

10. Hasanuddin (akademisi)

11. Abdul Ficar Hadjar (masyarakat)

12. JMT Simatupang (hakim)

13. Jaja Ahmad Jayus (akademisi)

14. Sumali (akademisi)

Dari 14 nama itu, akan dipilih tujuh komisioner Komisi Yudisial yang akan menggantikan para komisioner pimpinan Busyro Muqoddas.

"Kami melihat bukan hanya dari kemampuan, kami juga melihat rekam jejak, catatan dari masyarakat, dan kepribadian masing-masing," ungkap Ketua Pansel Harkristuti Harkrisnowo seusai bertemu Presiden.

Harkristuti mengatakan, para calon anggota KY tidak terlalu terkenal seperti para calon anggota KPK sebelumnya. Namun, pansel berharap DPR akan memilih orang-orang yang terbaik.

Ke depan, Pansel juga sepakat terus mengawal komisioner hingga terpilih dengan memberikan peringatan agar para calon tidak lupa bahwa proses ini bukan dilakukan dengan biaya yang ringan dan waktu sebentar. Adakah pesan khusus dari Presiden?

"Agar semua bekerja lebih baik lagi di masa depan. Dari KY diharapkan banyak karena salah satu program pemerintah adalah pro-justice," kata Harkristuti.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau