Bumbu Masak yang Bikin Anda Langsing

Kompas.com - 23/09/2010, 17:03 WIB

KOMPAS.com - Anda sedang mencanangkan pola makan yang sehat? Sudahlah, tak perlu ribet memikirkan harus makan apa hari ini. Karena pada dasarnya, bumbu masak yang kerap kita gunakan sudah mengandung bahan-bahan yang bisa meningkatkan metabolisme atau membakar lemak. Enggak percaya? Coba buktikan bahwa lima bumbu masak berikut tidak hanya membuat hidangan menjadi lezat, tetapi juga membantu Anda jadi lebih langsing.

1. Kayu manis
Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Diabetes Care tahun 2003, terlihat bahwa mengonsumsi satu sendok teh bubuk kayu manis sehari bisa mendorong kemampuan tubuh menurunkan berat badan. Caranya dengan mengurangi kadar gula darah dan mendukung pemrosesan karbohidrat secara lebih sehat. Kayu manis juga bisa menurunkan kadar kolesterol jahat hingga 7 - 27 persen, dan total kolesterol ingga 12 - 26 persen.

Di samping itu, kayu manis juga terbukti mampu mencegah sindrom metabolik yang umum terlihat pada pasien pra diabetik. Namun jangan asal menyuapkan sesendok kayu manis, karena bumbu ini ternyata juga mengandung senyawa kimia yang disebut coumarin. Senyawa ini bisa menyebabkan kerusakan hati jika dikonsumsi dalam jumlah besar.

2. Cabai rawit
Bahan utama dalam cabai, yaitu capsaicin, juga ditemukan dalam lada atau merica. Bahan ini sudah lama dikenal akan kemampuannya membakar lemak dan fungsi thermogenik (yang mendorong sistem saraf pusat untuk memproduksi panas dalam tubuh, dan menyebabkan peningkatan pembakaran lemak).

Menurut Nicholas Perricone, MD, dalam bukunya yang berjudul The Perricone Weight-Loss Diet, capsaicin bertindak sebagai penekan nafsu makan. Sederhananya, seperti yang dipikirkan setiap orang, rasa pedas itu menyebabkan orang enggan makan terlalu banyak, sehingga mendukung program diet Anda. Tetapi tampaknya hal ini hanya dialami orang yang tidak suka pedas, ya? Sebab jika Anda penggemar cabai, rasa pedas itu justru menambah selera makan.

Dalam studi yang dimuat di Journal of Obesity lalu dikatakan pula bahwa bumbu ini meningkatkan oksidasi lemak, sehingga meningkatkan pengeluaran energi, dan menstimulasi aktivitas oleh sistem saraf simpatik yang membantu tubuh untuk menyingkirkan kelebihan lemak.

3. Lada hitam
Lada hitam punya beragam manfaat kesehatan, di antaranya untuk meningkatkan pencernaan dan membantu penyerapan nutrisi dalam jaringan di seluruh tubuh. Komponen utamanya, piperine (yang memberikan rasa pedas pada lada), mendorong metabolisme lemak hingga 8 persen beberapa jam setelah Anda mencernanya.

4. Biji sesawi
Biji sesawi hitam adalah bahan baku mustar. Seperti bumbu-bumbu lain dalam daftar ini, mustar yang pedas membantu mendorong metabolisme dan memungkinkan Anda membakar lemak lebih cepat, berkat fungsi thermogeniknya. Para peneliti di  Oxford Polytechnic Institute, Inggris, baru-baru ini menemukan bahwa mengonsumsi satu sendok teh mustar pedas bisa mendongkrak metabolisme hingga 20-25 persen beberapa jam setelah makan. Hasilnya, jika Anda mengonsumsi makanan sejumlah 700 kalori, terjadi tambahan pembakaran sebanyak 45 kalori.

5. Jahe
Selain digunakan sebagai bumbu masak, jahe juga sering dinikmati sebagai wedang jahe, yang dikenal sebagai pelega tenggorokan. Yang belum Anda ketahui, jahe ternyata juga merupakan bahan diuretik yang efektif. Jahe meningkatkan mobilitas lambung, mendorong makanan dan sisa makanan melalui sistem pencernaan, serta menghambat penyerapan kolesterol. Mayo Clinic mengatakan butuh penelitian lebih lanjut mengenai hal ini, namun bukti-bukti sebelumnya menunjukkan bahwa bumbu ini membantu meningkatkan metabolisme.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau