Psikotropika

Alamak.. Sabu Disimpan di Pangkal Paha

Kompas.com - 23/09/2010, 20:28 WIB

 

TANGERANG, KOMPAS.com- Berbagai cara dilakukan untuk menyelundupkan narkotika/psikotropika melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kali ini, dua warga negara China, Yun Cheng Hsiung (37) dan Chang Yu Chang (53), menyimpan 2.110 gram atau 2,11 kg sabu dalam paha dan selangkangan. Estimasi nilai barang tersebut sebesar Rp 3,165 miliar.

Petugas curiga karena gerak gerik kedua WNA itu sangat mencurigakan. Petugas melihat adanya kejanggalan di bagian tubuh, tepatnya bagian paha kedua penumpang itu. "Setelah diperiksa intensif, ada sabu yang dikemas dalam enam bungkus," kata Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai )KPPBC) Bandara Internasional Soekarno Hatta Bahaduri Widjayanta kepada wartawan, Kamis (23/9/2010).

Bahaduri menjelaskan, pada paha Chang Yu Chang disimpan 1.070 gram atau 1,07 kg sabu dan Yun Cheng Hsiung menyimpan empat kemasan sabu dengan berat 1.040 gram atau 1,04 kg yang dieratkan pada selangkagannya.

"Untuk perkerjaan itu, Chang Yu Chang akan mendapat bayaran Rp 27 juta jika berhasil menyelundupkan barang tersebut. Sedangkan Yun Cheng Hsiung diupah Rp 8,1 juta bila berhasil membawa barang tersebut," papar Bahaduri.

Menurut Bahaduri, dua warga China tersebut ditangkap Selasa (21/9) lalu di Terminal II E, karena berupaya menyelundupkan sabu dari Hongkong tujuan Jakarta. Keduanya menumpang pesawat Garuda Indonesia Airlines dengan nomor penerbangan GA 863.

KPPBC Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencatat, sejak Januari sampai 14 September 2010 sebanyak 176.650,6 gram narkotika gagal diselundupkan dari 45 kasus tersebut. Di antaranya, 131.977,8 gram sabu, 43.762,40 gram ketamine, 668 gram heroin, 163 gram kokain, 14,4 gram ganja, dan 65 gram hasish.

Pelaku yang ditangkap 46 orang dengan rincian, 8 warga negara Indonesia, 8 (Malaysia), 20 (Iran), 6 (India), 2 (Taiwan), serta masing-masing satu warga Singapura dan Nigeria. Jumlah tersebut belum termasuk dengan penangkapan yang dilakukan Selasa (21/9) terhadap dua warga China.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau