TANGERANG, KOMPAS.com- Berbagai cara dilakukan untuk menyelundupkan narkotika/psikotropika melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kali ini, dua warga negara China, Yun Cheng Hsiung (37) dan Chang Yu Chang (53), menyimpan 2.110 gram atau 2,11 kg sabu dalam paha dan selangkangan. Estimasi nilai barang tersebut sebesar Rp 3,165 miliar.
Petugas curiga karena gerak gerik kedua WNA itu sangat mencurigakan. Petugas melihat adanya kejanggalan di bagian tubuh, tepatnya bagian paha kedua penumpang itu. "Setelah diperiksa intensif, ada sabu yang dikemas dalam enam bungkus," kata Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai )KPPBC) Bandara Internasional Soekarno Hatta Bahaduri Widjayanta kepada wartawan, Kamis (23/9/2010).
Bahaduri menjelaskan, pada paha Chang Yu Chang disimpan 1.070 gram atau 1,07 kg sabu dan Yun Cheng Hsiung menyimpan empat kemasan sabu dengan berat 1.040 gram atau 1,04 kg yang dieratkan pada selangkagannya.
"Untuk perkerjaan itu, Chang Yu Chang akan mendapat bayaran Rp 27 juta jika berhasil menyelundupkan barang tersebut. Sedangkan Yun Cheng Hsiung diupah Rp 8,1 juta bila berhasil membawa barang tersebut," papar Bahaduri.
Menurut Bahaduri, dua warga China tersebut ditangkap Selasa (21/9) lalu di Terminal II E, karena berupaya menyelundupkan sabu dari Hongkong tujuan Jakarta. Keduanya menumpang pesawat Garuda Indonesia Airlines dengan nomor penerbangan GA 863.
KPPBC Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencatat, sejak Januari sampai 14 September 2010 sebanyak 176.650,6 gram narkotika gagal diselundupkan dari 45 kasus tersebut. Di antaranya, 131.977,8 gram sabu, 43.762,40 gram ketamine, 668 gram heroin, 163 gram kokain, 14,4 gram ganja, dan 65 gram hasish.
Pelaku yang ditangkap 46 orang dengan rincian, 8 warga negara Indonesia, 8 (Malaysia), 20 (Iran), 6 (India), 2 (Taiwan), serta masing-masing satu warga Singapura dan Nigeria. Jumlah tersebut belum termasuk dengan penangkapan yang dilakukan Selasa (21/9) terhadap dua warga China.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang