Rupiah Pagi Melemah

Kompas.com - 24/09/2010, 10:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Jumat (24/9/2010) pagi, melemah kembali di atas Rp 8.950 per dollar AS karena pelaku berlanjut melepas mata uang lokal itu akibat menguatnya dollar AS.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS melemah delapan poin menjadi Rp 8.957-Rp 8.967 per dollar AS dibandingkan penutupan hari sebelumnya Rp 8.949-Rp 8.959.

Kepala Divisi Keuangan PT OCBC NISP Suriyanto Chang di Jakarta, Jumat, mengatakan, pelaku pasar melepas rupiah karena dollar AS di pasar regional menguat yang didukung pula melemahnya bursa Wall Street. "Kami memperkirakan rupiah akan kembali melemah karena faktor eksternal cenderung merosot akibat kekhawatiran pertumbuhan ekonomi Eropa dan AS yang masih belum stabil," katanya.

Suriyanto juga mengatakan, kekhawatiran atas ekonomi Eropa memicu dollar AS naik terhadap euro meski greenback  merosot terhadap yen. Euro turun menjadi 1,3312 dollar AS dari 1,3406, tetapi terhadap yen turun menjadi 84,39 yen dari 84,47 yen. "Kami memperkirakan rupiah akan kembali melemah pada Jumat siang karena faktor negatif menyelimuti pasar," ucapnya.

Meski demikian, posisi rupiah masih cukup aman walaupun mengalami koreksi dua hari berturut-turut hingga kembali di atas Rp 8.950 per dollar AS. "Posisi rupiah masih cukup aman, tidak perlu dikhawatirkan, karena jauh di bawah angka Rp 9.000 per dollar AS," ucapnya.

Selain itu, peluang rupiah untuk naik masih ada karena pasar domestik masih menggiurkan pelaku asing.  "Kami optimists respons pasar masih positif, terutama dengan masih aktifnya pelaku asing bermain di pasar uang Indonesia," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau