Jaksa agung ilegal

Rotasi di Kejaksaan Agung Tak Mendesak

Kompas.com - 24/09/2010, 13:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Jaksa Agung Darmono menyatakan mutasi, rotasi, dan promosi di jajaran Kejaksaan Agung masih belum mendesak dilakukan setelah dikeluarkannya putusan Mahkamah Konstitusi yang menyatakan posisi Hendarman Supandji tidak sah lagi sebagai jaksa agung. Pasalnya, pengangkatan pejabat eselon 1, 2, dan 3 sudah dilakukan pada 15 September lalu.

"Tidak mendesak. Tidak harus ada mutasi dan rotasi. Ini karena sebelum tanggal 22 pas tanggal 15 sudah ada putusan rotasi eselon 1, 2, dan 3. Mutasi ke depannya masih perlu waktu lagi. Nanti juga akan ada pelantikannya tunggu saja," ujarnya, Rabu (24/9/2010) di Kejaksaan Agung RI, Jakarta.

Menurutnya, hingga saat ini kebijakan yang bersifat strategis dan kebijakan yang sifatnya eksternal masih dilakukan Darmono. Sementara Hendarman mengurusi manajerial koordinasi ke dalam jajaran Kejaksaan Agung.

Pada Rabu (22/9/2010), Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan judicial review UU Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Agung RI yang menetapkan posisi Jaksa Agung Hendarman Supandji tidak lagi sah sejak diputuskan. Akan tetapi, masalah pengangkatan dan pemberhentian jaksa agung adalah hak prerogatif presiden. Oleh karena itu, sampai saat ini pihak kejaksaan masih menunggu keputusan presiden yang memperjelas posisi Hendarman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau