Turki Ajak Tata Mendirikan Pabrik Nano

Kompas.com - 24/09/2010, 13:09 WIB

MUMBAI, KOMPAS.com - Turki berharap produsen otomotif terbesar di India, Tata Motors masuk ke negaranya untuk investasi. Tujuannya untuk memenuhi permintaan mobil kecil di Turki dan  kawasan Eropa lain yang terus meningkat saat ini. Ambisi ini seiring dengan rencana Tata Motors meluncurkan mobil murah Nano ke Eropa 2012 mendatang.

"Memasarkan Nano ke Eropa merupakan ide sangat bagus. Namun  mereka (Tata) mesti memilih Turki sebagai  basis produksi," ujar Duta Besar Turki untuk India Levent Bilman, seperti dilansir The Economic Times, (24/9/2010).

Bilman menjelaskan, pasar Turki sangat potensial untuk mobil kecil yang ekonomis. Nano akan menjadi contoh nyata tentang mobil di masa depan. "Tata sudah masuk ke Turki. Menurut saya, mereka harus meningkatkan penelitian lagi  guna memastikan (Turki) sebagai lokasi yang bagus  mendirikan basis produksi baru," beber Bilman.

Letak geografis Turki, lanjut Bilman, menjadi sangat berharga karena menghubungkan tiga kawasan dunia yakni Eropa, Timur Tengah dan Asia Tengah. Sampai kini, pihaknya sudah melakukan beberapa diskusi dengan Chairman, Tata Motors, Ratan Tata.

"Kami sudah berdiskusi. Mereka sedang  mempelajari pasar. Jadi-tidaknya   investasi, saya tidak tahu," tutup Bilman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau