September: Penjualan Terendah Selama 2010

Kompas.com - 24/09/2010, 18:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Penjualan mobil di Indonesia diprediksi sentuh titik terendah pada September ini selama 2010. Penyebabnya, banyak hari libur. Hal ini disampaikan Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM).

Dijelaskan, pada bulan kesembilan, wholesales hanya berkisar  47.000 unit atau lebih tinggi dibandingkan September 2009 (Lebaran pada 20-21September), 37.208 unit. Sebenarnya jumlah hari kerja September tahun lalu lebih panjang.

"Memang, pasar mobil tahun ini secara umum lebih baik. Selain perekonomian tumbuh 6 persen, ada juga faktor suku bunga yang kondusif dan pembelian mobil didominasi oleh kredit, mencapai 70-80 persen," ambah Amelia.

Selain itu, jelasnya, penguatan nilai tukar rupiah membuat harga mobil cenderung tetap. Justru, kondisi ini membuat hampir semua ATPM berlomba-lomba menggelontorkan kampanye pemasaran guna menggenjot penjualan, baik dengan diskon, cash back, maupun berbagai macam skema lain.

"Semua stimulus ini membuat pasar mobil nasional tahun ini menembus angka psikologis 700.000 unit," tambah Amelia.

Sebelumnya, Wakil Ketua III Gaikindo Johnny Darmawan sudah memprediksi bahwa penurunan penjualan akan terjadi pada September dan merupakan siklus tahunan di Indonesia. Setiap Lebaran, praktis penjualan efektif hanya dua pekan.

"Pasar akan mulai normal di Oktober menuju 60.000-65.000 unit lagi seperti sebelumnya," ungkap Johnny.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau