Timur tengah

Israel Tahan 18 Warga Palestina

Kompas.com - 25/09/2010, 04:08 WIB

JERUSALEM, KOMPAS.com - Sebanyak 18 warga Palestina ditahan militer Israel berkaitan dengan bentrokan di Jerusalem timur.

"Sejak Kamis malam, kami telah menangkap 18 orang Arab dari Jerusalem karena yang diduga terlibat aksi kekerasan di bagian timur kota itu yang dicaplok," demikian kata juru bicara polisi Micky Rosenfeld, Jumat (24/9/2010).

Pada Jumat, kekerasaan meletus di distrik Arab Wadi Joz, Ras al-Amud dan Silwan, tempat para pemuda melemparkan batu dan kadang-kadang bom minyak pada pasukan keamanan Israel.

Tentara Israel membalas aksi pemuda-pemuda Palestina itu dengan peluru karet dan gas airmata, menurut seorang juru foto AFP.

"Kami telah memobilisasi beberapa ribu pria yang akan tetap dikerahkan -- sebagian besar di Jerusalem -- hingga akhir festival Sukkot" atau pesta keagamaan Tabernacles yang akan berakhir pekan depen, kata Rosenfeld.

Dua pemimpin Fatah termasuk di antara mereka yang ditahan, kata kelompok pimpinan presiden Palestina Mahmoud Abbas itu dalam satu pernyataan. Kelompok itu juga berjanji mereka akan "terus berperang untuk melindungi penduduk" terhadap para pemukim Israel.

Para pemuda pelempar batu juga bentrok dengan polisi Israel di Jerusalem Timur Arab, Kamis, setelah seorang penjaga permukiman Yahudi menembak mati seorang warga Palestina pada hari sebelumnya.

Polisi telah melarang orang-orang laki-laki di bawah usia 50 tahun mengikuti shalat Jumat di kompleks titik nyala Al Aqsa, yang dikenal oleh orang Yahudi sebagai Temple Mount dan merupakan tempat suci bagi kedua agama itu.

"Ketenangan telah kembali ke seluruh Jerusalem, Jumat siang setelah umat Islam shalat," kata Rosenfeld.

Militer Israel telah menerapkan penutupan 10 hari atas Tepi Baat untuk Sukkot. Penutupan seperti itu terjadi secara rutin pada saat orang Yahudi dan Israel berlibur, ketika sejumlah besar orang sering berkumpul di tempat-tempat umum, yang meningkatkan kekhawatiran keamanan Israel.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau