Yang Perlu Diketahui Seputar Memilih Parfum

Kompas.com - 25/09/2010, 13:49 WIB

KOMPAS.com Pemilihan parfum termasuk hal yang menyangkut selera. Cocok di diri seseorang, tak berarti akan pas di kita juga. Pemilihan parfum pun tak mudah. Berikut yang perlu Anda ketahui seputar pemilihan parfum.

* Pakai kertas tester atau di kulit langsung?

Jika memang ada banyak yang ingin Anda tes, kertas tester bisa digunakan. Pastikan cairan parfum tidak ada yang menempel di ujung hidung karena akan mengganggu aroma parfum lain yang ingin dicoba. Jangan pula menghirupnya dalam-dalam. Datangi kertas tersebut sambil membungkuk, hirup sekilas, lalu jauhi. Ulangi beberapa kali. Tunggulah beberapa saat sebelum menghirup aroma lain. Ada yang akan menawarkan untuk menghirup aroma biji kopi untuk menghilangkan aroma parfum yang pertama. Namun, jika Anda menghirupnya, maka bisa-bisa sistem penciuman Anda lelah. Jika sudah merasa cocok dengan 1 aroma, baru tes ke tangan Anda. Tunggu beberapa saat. Anda akan melihat bagaimana aroma tersebut menemani sisa hari Anda. Apakah aromanya berubah atau tidak apakah memengaruhi mood Anda.

* Apa arti "top", "middle", dan "bottom notes"?
Di majalah-majalah atau si penjaga gerai parfum akan menjelaskan mengenai top, middle, dan bottom notes dari parfum baru. Apa sih artinya? Sebenarnya, hal-hal tersebut adalah berat molekular. Bayangkan sebuah kotak besar berisi banyak balon gas. Ketika Anda buka, akan ada balon-balon yang keluar paling dulu, di tengah, dan di bawah. Balon-balon yang pertama keluar adalah top notes, biasanya yang wanginya paling ringan, seperti sitrus, aroma bedak, atau floral. Wangi tersebut tak akan lama. Lalu, datanglah aroma middle notes, yang berat molekulnya menengah, misal bebungaan yang lebih berat. Yang terakhir adalah base notes, yang paling berat aromanya, biasanya yang beraroma asap dan kulit.

* Bedanya "eau de toilette" dan parfum?
Perbedaannya adalah pada konsentrasi pewangi mentahan itu di dalam larutan alkohol. Kadang itu disebut "konsentrat" atau "minyak". Peraturannya, parfum memiliki konsentrat 20 persen dan eau de toilette memiliki konsentrat sebanyak 10 persen. Biasanya parfum memiliki harga yang lebih mahal.

* Mengapa parfum harganya bisa mahal?
Untuk menciptakan aroma, akan ada banyak sekali ragam dan upaya mencoba mencampurkan berbagai aroma, dan tak jarang pula aroma dari tumbuhan yang jarang ada. Misal, bunga yang jarang, akar tumbuhan, resin, dan lainnya. Sulit untuk menciptakan molekul sintetis untuk mengganti barang-barang tadi. Selain itu, harganya juga bisa jadi sangat mahal karena iklannya yang jor-joran.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau