”Kami tidak bermain seperti yang kami inginkan. Kualitas permainan kami tidak terlihat dan tidak ada skema yang jelas,” kata Pelatih Chelsea Carlo Ancelotti kepada Sky Sports.
Hasil buruk ini menghentikan start sempurna Chelsea yang menang dalam lima laga Liga Inggris. Meski masih berada di puncak klasemen dengan poin 15, posisi mereka mulai terancam oleh Manchester United (MU) yang akan bermain tandang melawan Bolton Wanderers hari Minggu ini. MU masih tertinggal empat poin dan akan menjadi satu poin jika menang atas Bolton.
Sebelum menghadapi Manchester City, Ancelotti sempat mencemaskan kondisi timnya akibat cederanya sejumlah pemain inti. Kekhawatiran itu akhirnya benar-benar menjadi kenyataan karena keseimbangan permainan Chelsea cukup terganggu, terutama di lini tengah.
Ramires dan Michael Essien— yang mengisi lini tengah Chelsea—gagal menciptakan permainan yang kreatif. Aliran bolanya lebih sering dipotong, yang membuat Didier Drogba dan Nicholas Anelka frustrasi.
Meski lebih unggul dalam penguasaan bola, Chelsea tidak banyak menciptakan peluang mencetak gol. Peluang terbaik hanya didapat bek kanan Branislav Ivanovic yang memanfaatkan kemelut di depan gawang City di pertengahan babak pertama. Bola sundulannya masih menerpa tiang gawang.
Sementara itu, pemain-pemain City tampil disiplin dan lebih terkoordinasi. Mereka juga bermain sabar dan memanfaatkan semua lini untuk membongkar pertahanan Chelsea.
Peran Carlos Tevez benar-benar menonjol dalam laga ini. Striker Argentina ini kembali menjadi kartu mati bagi Chelsea. Bergerak dari tengah lapangan, Tevez menyisir daerah pertahanan Chelsea sendirian sebelum melepaskan tembakan menyilang ke sudut kanan bawah gawang Chelsea tanpa bisa dihadang penjaga gawang Peter Cech.
Bagi Tevez, ini merupakan sukses ketiganya membawa City menekuk Chelsea. Musim lalu, City dua kali memecundangi Chelsea. Mereka menang 2-1 di kandang sendiri dan menang 4-2 di markas Chelsea. Dalam dua laga itu, Tevez mencetak tiga gol.
Kekalahan ini menjadi peringatan pertama buat Chelsea setelah di lima laga sebelumnya selalu menang. Pada laga pekan berikutnya Chelsea kembali akan menghadapi lawan kuat saat menjamu ”The Gunners” Arsenal.
Sementara itu bagi Manchester City, kemenangan ini menjadi modal penting untuk menjaga peluang bersaing di papan atas dan tetap berada di posisi empat besar. Manchester City kini mengoleksi 11 poin dari hasil 3 kali menang, 2 kali seri. dan sekali kalah.
Di stadion Anfield, tuan rumah Liverpool hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Sunderland. Tuan rumah sempat unggul terlebih dahulu saat pertandingan baru berlangsung lima menit.
Gol ini berawal dari kesalahan pemain belakang Sunderland. Sunderland mendapat tendangan bebas di daerah pertahanan mereka sendiri. Michael Turner yang mengeksekusinya melakukan hal bodoh dengan melakukan backpass lemah kepada kiper Simon Mignolet. Bola kemudian diserobot Torres yang menggiring sendirian sebelum melepas umpan silang kepada Dirk Kuyt yang langsung menceploskan bola.
Akan tetapi, setelah gol tersebut, pemain-pemain Sunderland mampu bangkit. Setelah menyamakan kedudukan 1-1 melalui eksekusi penalti pada menit ke-25, Darren Bent kembali mencetak gol pada menit ke-48.
Namun, Liverpool selamat dari kekalahan setelah kapten Steven Gerrard mencetak gol pada menit ke-62. Hasil ini belum bisa mengangkat Liverpool dari posisi papan bawah.
Hasil mengejutkan terjadi di Stadion Emirates. Tuan rumah Arsenal dihabisi West Bromwich Albion, 2-3. Tiga gol tim tamu masing-masing dicetak Osazemwinde Peter Odemwingie, Gonzalo Jara Reyes, Jerome William Thomas. Sementara itu, dua gol balasan Arsenal dicetak Samir Nasri. Arsenal masih tertahan di posisi kedua dengan nilai 11.