Benitez: Inter Kehilangan Intensitas

Kompas.com - 26/09/2010, 05:55 WIB

ROMA, KOMPAS.com - Pelatih Inter Milan, Rafael Benitez, menilai, timnya kalah 0-1 melawan AS Roma karena kehilangan intensitas di akhir laga sehingga Mirko Vucinic bisa mencetak gol.

Ini adalah kekalahan pertama Benitez di Serie-A. Baginya, kekalahan ini sangat menyesakkan kareana "La Beneamata" tampil bagus dalam membangun serangan, namun buruk dalam penyelesaian akhir.

"Saat akhir pertandingan kami kehilangan intensitas dan mengizinkan John Arne Riise melepaskan umpan-umpan berbahaya. Tapi, sebelumnya kami memiliki sekitar 15 tembakan ke arah gawang dan banyak kesempatan. Perbedaannya adalah saat bola masuk ke dalam gawang," kata Benitez usai pertandingan.

"Tidak mudah ketika Anda bermain begitu banyak pertandingan dengan intensitas seperti ini. Kami memiliki empat atau lima serangan balik di mana kami bisa mencetak gol dan inilah yang membuat perbedaan," lanjut Rafa.

Di pertengahan babak kedua, Benitez melakukan taktik aneh dengan menarik keluar striker Diego Milito dan diganti dengan gelandang bertahan Sulley Muntari. Akibatnya, serangan Inter menajdi tumpul.

"Memang benar pada akhir pertandingan ada beberapa pemain yang lelah. Milito ditarik karena dia memiliki masalah dengan kakinya. Masuknya Muntari adalah untuk membantu Cristian Chivu, yang selalu kalah saat duel satu lawam satu Jeremy Menez. Dengan Muntari dan Eto'o di depan kami bisa memiliki lebih banyak penguasaan dan kecepatan," sebutnya.

"Tak ada yang berubah untuk Inter. Kami hanya perlu menganalisa mengapa kita tidak mencetak gol dan mengapa kami terkadang lemah dalam pertahanan. Itulah yang harus kami kerjakan," tuntas Rafa. (FBI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau