Kebebasan beribadah

Akhirnya, HKBP Beribadah dengan Tenang

Kompas.com - 26/09/2010, 10:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekitar 300 jemaat HKBP Pondok Timur Indah (PTI), Mustika Jaya, Kota Bekasi, akhirnya dapat beribadah dengan tenang di Gedung bekas OPP di Jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur. Pagi ini, Minggu (26/9/2010), jemaat beribadah tanpa adanya gangguan dari kelompok penentang pembangunan gereja.

"Hampir setiap minggu ibadah selalu diganggu. Akhirnya kami bisa ibadah dengan tenang," ucap Saor Siagian, penasihat hukum HKBP, kepada Kompas.com di Gedung eks OPP.

Pantauan Kompas.com, ratusan jemaat itu tidak tertampung semuanya di dalam gedung. Sekitar 100 jemaat laki-laki terpaksa berdiri di luar gedung. Ibadah dimulai pukul 10.05. Sebelumnya, jemaat diangkut dengan bus yang disediakan pihak Pemkot Bekasi dari lapangan di Jalan Puyuh Raya. Sebagian jemaat lain langsung menuju lokasi.

Di dalam gedung tidak banyak hiasan-hiasan seperti di kebanyakan gereja. Di dalam gedung berukuran sekitar 8 x 8 meter itu hanya ada satu meja mimbar kecil, tempat pendeta berkhotbah, dan satu salib kecil yang terpasang di atas. Satu spanduk dukungan warga Kristiani Papua terpasang di ruangan. Meskipun kondisi udara di dalam relatif panas, jemaat tetap beribadah dengan tenang.

Di luar gedung, puluhan polisi berjaga-jaga. "Kita mensyukuri apa yang ada. Kita ingin yang terbaik bagi semua," ucap Pendeta Luspida Simanjuntak, salah satu korban penganiayaan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau