Mengawasi Anak dengan Bantuan Teknologi

Kompas.com - 27/09/2010, 13:53 WIB

KOMPAS.com - Tak banyak orangtua yang beruntung memiliki pengasuh yang telah bekerja dalam waktu lama, tak berpindah ke rumah tangga lain, dan santun bekerja mengasuh anak majikannya. Berbagai pemberitaan seputar pengasuh anak yang berperilaku buruk membuat khawatir banyak orangtua, terutama bagi pasangan yang bekerja. Apakah memanfaatkan teknologi bisa menjadi solusinya?

Anggota DPR RI, Angelina Sondakh, memanfaatkan teknologi CCTV sebagai satu dari empat cara pengasuhan anak yang diterapkannya di rumah. Tiga hal lainnya yang memengaruhi pengasuhan bagi orangtua bekerja adalah, fondasi keluarga yang kuat dengan kesepakatan bersama pasangan dalam menentukan pola asuh terbaik, membangun komunikasi dengan orangtua Anda dan suami agar bisa selaras menjalani pola asuh, memberi kepercayaan kepada pengasuh atau pekerja rumah tangga.

Penggunaan CCTV dipilih Angie bersama sang suami, Adjie Massaid, sejak semakin maraknya pemberitaan penyiksaan anak di berbagai media. Kekhawatiran inilah yang membuat pasangan politisi ini memilih CCTV sebagai cara mendukung pengawasan ketiga anaknya di rumah.

Teknologi tak lantas menggantikan peran ayah dan ibu melakukan pengawasan langsung, meski berada di kantor. Psikolog anak dari Sekolah Langkah Ku, Wanda Anastasya, MPsi mengatakan, orangtua bekerja perlu menjaga bonding dengan anak melalui komunikasi.

"Saat sedang di kantor, sempatkan untuk menghubungi anak melalui telepon," papar Wanda saat talkshow dalam rangkaian program Daycare 2010, yang diadakan oleh Unilever Indonesia beberapa waktu lalu.

Berbagai perangkat canggih yang tersedia saat ini bisa dimanfaatkan orangtua untuk melakukan pengawasan kepada anak. Selain itu tetaplah menjaga ikatan dengan menelepon melalui teknologi 3G, misalnya.

Mengawasi anak juga pengasuhnya
Melakukan pengawasan dengan memanfaatkan teknologi banyak faedahnya. Inilah yang dialami Angie, dengan menggunakan kamera CCTV yang bisa diakses langsung melalui internet.

"Saat sedang bekerja, gambar dari CCTV muncul di laptop, sehingga memudahkan kita untuk mengawasi anak, termasuk pengasuhnya," kata Angie.

Kamera CCTV meredakan kekhawatiran orangtua untuk memastikan anak di rumah diperlakukan baik, tidak mendengar ucapan kotor dari pekerja rumah tangga, mendapatkan lingkungan yang aman, tenang, dan nyaman. Selain itu juga memantau perilaku pengasuhnya.

"Beberapa kali pengasuh saya tertangkap kamera mencuri ponsel. Awalnya tak mengaku, tetapi setelah ditunjukkan bukti gambarnya, ia tak bisa berkelak," kisah Angie yang mengaku sudah 14 kali berganti pengasuh untuk anaknya yang berusia 12 bulan.

Tak mudah memang mencari pengasuh profesional yang membuat orangtua bekerja tenang meninggalkan anak di rumah. Sebagai majikan, Anda juga perlu membangun kepercayaan dan perilaku positif yang membuat pengasuh nyaman bekerja untuk Anda.

Kaitannya dengan teknologi, pengasuh juga perlu diberitahu adanya kamera pengawas di rumah. Komunikasi perlu dibangun untuk menghindari kesan ketidakpercayaan antara Anda dan pengasuh, saran Angie yang mengaku banyak terselamatkan karena penggunaan kamera CCTV.

"Orangtua bekerja perlu memiliki garis belakang yang kuat, dengan pengasuh yang bekerja profesional dan bisa dipercaya," tambahnya.

Dengan bantuan teknologi seperti CCTV, orangtua masih bisa mengontrol berjalannya pola asuh di rumah dari kantor. Termasuk apakah pengasuh menjalani jadwal anak yang sudah Anda susun dengan baik dan teratur.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau