Ekspor

Lantaran Ayam, China Uring-uringan

Kompas.com - 27/09/2010, 14:20 WIB

KOMPAS.com — China lagi-lagi uring-uringan terhadap Uwak Sam (US). Pemicunya kini, soal ayam.

Xinhua mencatatkan warta pada Senin (27/9/2010), China berkesimpulan kalau US menjual daging ayam dengan harga lebih rendah dari harga di pasar domestik.

Berdasarkan kesimpulan tersebut, China berencana mengutip bea anti-dumping antara 50,3 persen hingga 105,4 persen terhadap impor produk ayam Amerika terhitung mulai Senin, kata Kementerian Perdagangan.

Mengutip hasil investigasi sejak satu tahun lalu, Kementerian Perdagangan China mengatakan, industri ayam US mempraktikkan dumping produk daging ayam ke pasar China dan menimbulkan kerugian substansial bagi industri dalam negerinya.

Tarif bea masuk anti-dumping untuk produk daging ayam ditetapkan berbeda-beda untuk masing-masing perusahaan eksportir Amerika, dan akan diberlakukan selama lima tahun. Tarif bea masuk baru itu dikatakan menggantikan kutipan serupa yang mulai diterapkan bulan Februari.

"Produk Tyson Foods Inc dan Keystone Foods LLC dikenai kutipan 50,3 persen, sedangkan produk Pilgrim's Pride Corporation 53,4 persen," kata pernyataan kementerian tersebut.

Sementara itu, Sanderson Farms Inc dan 31 perusahaan Amerika lain dikenai kutipan 51,8 persen. Beberapa produsen lain dari Amerika terkena bea masuk yang jauh lebih tinggi, yaitu 105,4 persen.

Pengenaan bea masuk anti-dumping ini terjadi ketika Beijing dan Washington terlibat serentetan sengketa dagang bilateral. Kedua negara berselisih mengenai akses ke pasar baja, film, buku, dan beberapa produk lain.

Kali kedua

Andai dihitung, kebijakan ini merupakan kali kedua dalam masa dua bulan Pemerintah China mengambil tindakan terhadap produk ayam dari Amerika Serikat.

Menjelang akhir Agustus, China mulai memberlakukan bea anti-subsidi dengan besar 4 hingga 30,3 persen selama lima tahun. Keputusan itu diambil setelah Beijing menyimpulkan kalangan produsen Amerika menerima subsidi tak sepatutnya dari pemerintah dan praktik itu merugikan industri domestik China.

Ekspor produk ayam dari Amerika ke China dilaporkan naik dalam beberapa tahun terakhir. Dalam semester pertama tahun 2009, kenaikan itu mencapai 6,54 persen dari ekspor pada periode yang sama tahun sebelum.

Menurut catatan yang dikutip Xinhua, impor dari Amerika mencapai 89,24 persen dari total produk ayam yang didatangkan dari luar negeri.

Lantaran impor produk ayam dari AS sepanjang semester pertama tahun 2009, industri dalam negeri China merugi 1,09 miliar yuan (162 juta dollar AS), kata Kementerian Perdagangan China.

Sengketa dagang China-AS merebak selagi pemerintah kedua negara berusaha meningkatkan ekspor di tengah permintaan yang menurun. Pejabat dari kedua negara saling lempar tuduhan proteksionisme yang mereka katakan bisa menghambat pemulihan ekonomi global.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau