Beredar Foto-foto Lindsay Lohan Pakai Heroin

Kompas.com - 27/09/2010, 16:20 WIB

LOS ANGELES, KOMPAS.com — Lindsay Lohan tertangkap oleh kamera sedang melakukan apa yang tampak seperti menyuntikkan heroin ke lengannya.

Perempuan 24 tahun yang bermasalah ini terpotret sedang memasang pada lengan kirinya selingkar gelang karet yang biasa digunakan dalam proses medis pengambilan darah, sebelum ia menggunakan sebuah alat suntik untuk menyuntikkan sendiri suatu bahan ke lengan kirinya.

"Gambar-gambarnya ini, dengan alat suntik, mengerikan. Apa yang tidak seorang pun tahu secara pasti adalah seberapa sering Lindsay menggunakan narkoba—atau, tepatnya, narkoba yang mana yang digunakannya," tutur seorang sumber kepada surat kabar itu.

Foto-foto lainnya tampaknya diambil di sebuah pesta Hollywood yang diyakini diadakan pada 2007, memperlihatkan Lohan tengah berpesta dengan sosialita Paris Hilton, yang tampak secara bergairah mencium dan bermanjaan dengannya.

Foto-foto tersebut muncul hanya beberapa jam sesudah Lohan dikeluarkan dari tahanan di Los Angeles (AS), yang cuma dihuninya selama 14 jam, setelah ia membayar 300.000 dollar AS sebagai jaminan dan disetujui oleh jaksa Los Angeles Patricia Schnegg. Ia masuk sel pada Jumat (24/9/2010) pagi waktu setempat karena dua tes narkoba terhadapnya menunjukkan bahwa ia mengonsumsi narkoba. Yang satu, tes untuk kokain, yang satu lagi tes untuk Adderall—narkoba untuk ADHD.

Setelah tes itu, Lohan menulis pada halaman Twitter-nya, "Substance abuse is a disease which doesn't go away overnight." Tulisnya lagi, "I did fail my recent drug test. I am prepared to face the consequences."

Lohan harus bersih dari narkoba dan minuman beralkohol berkait dengan kasus mengemudi di bawah pengaruh narkoba dan minuman beralkohol tiga tahun lalu. Berkait dengan tes narkoba minggu lalu yang menunjukkan bahwa Lohan masih menggunakan narkoba, sebetulnya jaksa lain Los Angeles, Elden S Fox, menghendaki Lohan ditahan dan menolak pemberlakuan uang jaminan. Kalau uang jaminan tak diterima, Lohan harus menghuni sel sampai sidang berikutnya di Los Angeles pada 22 Oktober 2010 waktu setempat. Namun, karena uang jaminan Lohan akhirnya diterima atas persetujuan Schnegg, Lohan bisa bebas.

Menjalani masa percobaan tersebut, Lohan diperintahkan oleh pihak berwenang untuk mengenakan alat pemantau kadar alkohol dalam tubuhnya. Ia juga diperintahkan untuk menjauh dari toko-toko yang utamanya menjual minuman beralkohol. Akan dibuktikan nanti, apakah secara formal ia melanggar masa percobaannya atau tidak, dengan tes narkoba.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau