Calon kapolri

Aburizal Belum Diberitahu SBY

Kompas.com - 27/09/2010, 20:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie yang juga Ketua Harian Setgab Koalisi mengaku, hingga kini belum mengetahui informasi calon Kapolri langsung dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Kalau lihat dari Kompolnas dan Kapolri itu mengerucut dua nama. Dan saya belum tahu dari dua nama itu, siapa yang diajukan Presiden," kata Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie di gedung DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Senin (27/9/2010).

Kendati belum mengetahui sosok calon Kapolri pilihan SBY, Ical -- panggilan akrab Aburizal Bakrie -- menyanggah bila SBY sengaja menutup-nutupi calon Kapolri.

"Bukan, ini kita belum tahu, dan tentu akan memberi tahu calon dari Kapolri dan Kompolnas. Tapi keputusan akhir memang untuk mengajukan ke DPR, tergantung Presiden," paparnya.

Ical menjelaskan, ketertutupan SBY perihal calon Kapolri bukanlah kebiasaan di Setgab Koalisi. Presiden Yudhoyono akan membocorkan calon Kapolri yang akan dipilih DPR RI. "Ini bukan merahasiakan, ada waktu-waktunya, setelah diputuskan kita akan tahu," tegasnya seraya tidak bisa berkomentar perihal calon Kapolri.

"Golkar akan melihat dulu siapa calon yang diajukan Presiden," ucapnya.

Mantan Menko Kesra ini mengemukakan, Fraksi Partai Golkar akan menimang-nimang usulan SBY perihal calon Kapolri pada uji kelayakan dan kepatutan. "Saya persilakan anggota DPR untuk menilai apakah calon itu tepat atau tidak menjadi Kapolri," kata Ical.

"Saya persilakan ke partai untuk memberi pertanyaan pada fit and proper test," katanya.

Menyangkut posisi Setgab, Ical mengatakan, Setgab Koalisi hingga kini belum memutuskan apakah calon Kapolri yang diajukan itu satu atau dua nama. "Belum ada keputusan apa pun. Dan tentu seperti yang dikatakan Presiden, Setgab tidak akan mengekang hak anggota DPR untuk melaksanakan fit and proper test. Dan mempertanyakan hal itu," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Komjen Nanan Sukarna dan Kepala Lembaga Pendidikan Polisi (Kalemdikpol), Komjen Imam Sudjarwo menjadi calon Kapolri. Dua nama ini diajukan Kapolri Bambang Hendarso Danuri beberapa waktu lalu. Namun hingga kini, Presiden SBY belum memilih satu nama untuk calon Kapolri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau