Iran Bunuh 30 Pengebom di Parade Militer

Kompas.com - 28/09/2010, 02:27 WIB

TEHERAN, KOMPAS.com - Pasukan Garda Revolusi Iran membunuh 30 pelaku serangan bom mematikan pekan lalu terhadap parade militer di Iran barat, tampaknya dalam penyerbuan lintas batas ke Irak, kata media pemerintah, Senin (27/9/2010).

Abdolrasoul Mahmoudabadi, komandan Garda Revolusi di provinsi tempat parade itu dibom, mengatakan, mereka yang tewas termasuk "tentara bayaran" yang bekerja untuk AS, yang disebutnya terlibat dalam pemboman itu.

"30 unsur utama serangan teroris di Mahabad tewas dalam sebuah operasi pada Sabtu," kata Mahmoudabadi.

Serangan bom Rabu pada parade militer di Mahabad menewaskan 12 orang dan melukai sedikitnya 81 lain. Sebagian besar korban adalah wanita dan anak-anak.

"Para teroris ini terdiri dari aparat pemerintah lama Baath (Irak) dan tentara bayaran Amerika," kata Mahmoudabadi tanpa penjelasan lebih lanjut.

Ia menyatakan, pasukan Garda Revolusi dan milisi Basij mengambil bagian dalam operasi penumpasan itu.

"Senjata yang disita dari mereka menunjukkan bahwa badan intelijen AS dan Israel berada di balik (pemboman) itu," katanya.

Mohammad Pakpour, komandan pasukan darat Garda Revolusi, mengisyaratkan bahwa 30 orang tewas dalam penyerbuan lintas-batas di Irak.

"Segera setelah teroris-teroris itu dan kelompok lain kontra-revolusi berkumpul di sebuah daerah di sisi perbatasan (Irak), pasukan Garda melakukan operasi," kata Pakpour.

Mahmoudabadi juga mengatakan, dua dari agen-agen yang terlibat dalam pemboman itu datang ke Iran dari Irak, "maka penting bagi para pejabat kedua negara untuk menyelidiki kasus itu".

Pemboman itu terjadi ketika republik Islam itu sedang memamerkan persenjataannya pada peringatan meletusnya perang Iran-Irak 30 tahun lalu.

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengutuk serangan itu dengan mengatakan, pemboman tersebut "menggarisbawahi pentingnya masyarakat internasional bekerja bersama-sama untuk memerangi terorisme".

Namun, Pakpour menyatakan, Iran meyakini bahwa AS dan Israel berada di balik pemboman tersebut.

Iran barat, yang memiliki penduduk Kurdi dalam jumlah besar, dilanda bentrokan-bentrokan mematikan antara pasukan Iran dan kelompok-kelompok gerilya Kurdi, khususnya Partai Hidup Bebas Kurdistan (PJAK) yang beroperasi dari sejumlah pangkalan di negara tetangga, Irak.

Pemboman itu terjadi ketika Iran sedang memamerkan kekuatan militernya pada parade peringatan perang 1980-1988 dengan Irak yang menewaskan sekitar sejuta orang di kedua pihak.

Rudal-rudal jarak jauh Sejil, Shahab-3 dan Ghadr-1 merupakan bintang perhatian pada parade utama di Teheran, yang disaksikan oleh kepala staf militer Mayor Jendral Hassan Firouzabadi.

Dengan jangkauan 1.800 hingga 2.000 kilometer, rudal-rudal itu secara teoritis mampu mencapai negara musuh sengit Iran, Israel.

Juga ditampilkan pada parade itu adalah lima pesawat pembom tak berawak Iran, Karar (Penyerang), yang diungkapkan keberadaannya pada Agustus dan memiliki daya jangkau 1.000 kilometer.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau