LONDON, KOMPAS.com — Madam Margarita Gomez-Acebo Y Cejuela, istri raja terakhir dan mantan Perdana Menteri Bulgaria Simeon Saxe-Coburg-Gotha, terpukau dengan keindahan kain batik dan songket Indonesia.
"Beliau terpukau dengan keindahan batik dan songket Indonesia dalam acara peragaan bertajuk ’Beautiful Indonesian Batik’ di Wisma Duta, Sofia, Bulgaria," ujar Sekretaris Ketiga KBRI Sofia, Aditya Timoranto, dalam siaran pers yang diterima Antara, Minggu (26/9/20101).
Peragaan busana tersebut digelar KBRI Sofia dan Dharma Wanita Persatuan KBRI Sofia bekerja sama dengan Rumah Batik Gendhis pimpinan Ny Budi Lestari Bahrul dan Rumah Songket Riny Suwardy.
Acara peragaan yang mendapat liputan televisi Bulgaria, Bulgarian National TV, itu juga memukau undangan lainnya, seperti pejabat tinggi wanita, istri pejabat tinggi, kalangan diplomatik dubes wanita, dan istri dubes negara sahabat di Sofia.
Selain itu, desainer busana terkemuka, tokoh perempuan, serta media fashion dan design setempat, Wakil Ketua Parlemen Bulgaria yang juga anggota Friendship Group RI-Bulgaria Ekaterina Mihaylova dan Penasihat Politik Luar Negeri Presiden Bulgaria Pavlina Popova juga terpukau.
Dalam kesempatan itu, mantan KSAL Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno; Ny Yusfien Karlina yang menjadi Ketua Pembina Rumah Songket; Ny Tilly Kasenda, istri mantan KSAL; dan Dubes RI untuk Korea Selatan, Laksamana Purn Rudolf Kasenda memberikan dukungan kepada tim peragaan busana.
Dubes RI untuk Bulgaria Immanuel Robert Inkiriwang menyatakan, peragaan busana tersebut bertujuan agar masyarakat Bulgaria memahami bahwa batik merupakan seni tradisional Indonesia yang diakui UNESCO sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Cultural Heritage of Humanity pada 2 Oktober 2009.
Dubes menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada negara lain, seperti Malaysia dan China, yang memproduksi batik karena negara-negara tersebut turut mempromosikan dan memopulerkan seni budaya Indonesia melalui batik.
Ia mencontohkan denim jeans yang berasal dari Amerika Serikat dan diproduksi di banyak negara, termasuk di Indonesia dan Bulgaria, tetapi dunia mengetahui bahwa jeans adalah budaya Amerika. "Begitu pula untuk kata batik yang berasal dari dua kata dalam bahasa Indonesia yaitu ’Baris’ dan ’Titik’," katanya.
Sementara itu, Ny Fely Rose Inkiriwang menjelaskan dengan singkat mengenai batik yang sangat indah itu unik teknik pembuatannya juga unik, lalu hadirin disarankan berkunjung ke Indonesia untuk mengetahui lebih jauh tentang batik.
Pada akhir acara, Dubes RI mengalungkan syal dari batik dan songket kepada Madam Margarita Cejuela, Wakil Ketua Parlemen dan Penasihat Politik Luar Negeri Presiden Bulgaria.
Peragaan busana yang terdiri dari tujuh sesi itu menampilkan koleksi terkini Rumah Batik Gendhis dan Rumah Songket Riny Suwardy yang diperagakan oleh empat peragawan-peragawati profesional Bulgaria dan tiga anggota grup tari binaan KBRI (Pesona Mawar Nusantara) yang mengundang decak kagum dan tepuk tangan meriah.
Busana batik dan songket yang diperagakan untuk berbagai kesempatan, baik resmi, setengah resmi, maupun santai itu, mengundang komentar positif dari hadirin seperti yang disampaikan Madam Margarita Cejuela dan Wakil Ketua Parlemen Bulgaria kepada Dubes RI yang untuk pertama kalinya menyaksikan peragaan busana dan tidak menyangka busana Indonesia begitu cantik dan elegan.
Selain peragaan busana, hadirin dihibur pula dengan penampilan Pesona Mawar Nusantara yang membawakan Tari Nandak Ganjen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang