Cegah krisis global

IMF: Uji Stabilitas Keuangan 25 Negara

Kompas.com - 28/09/2010, 08:26 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com — Dana Moneter Internasional  (IMF), Senin (27/9/2010) waktu setempat, akan meminta 25 negara ekonomi terkemuka menjalani ujian stabilitas keuangan setiap lima tahun dalam upaya mencegah krisis keuangan global.

Dewan eksekutif IMF menyetujui langkah untuk mengalihkan dari penilaian sukarela menjadi tinjauan wajib mendalam bagi sektor keuangan 25 negara ekonomi terkemuka di dunia. Ke-25 negara ekonomi terkemuka dipilih berdasarkan ukuran sektor keuangan mereka dan hubungan mereka dengan sektor keuangan di negara-negara lain.

Selain terhadap pusat-pusat kekuatan negara maju, seperti Amerika Serikat, Jepang, Kanada, Jerman, dan negara-negara Eropa barat, kajian wajib baru berlaku bagi ekonomi berkembang, seperti China, Hongkong, Brasil, India, Meksiko, dan Rusia. Menurut IMF, kelompok ini mewakili hampir 90 persen dari sistem keuangan global dan 80 persen kegiatan ekonomi global.

Penilaian stabilitas adalah komponen dari Program Penilaian Sektor Keuangan IMF, yang lembaga berbasis di Washington ini telah menawarkan pada dasar sukarela untuk negara-negara anggota lain.

Keputusan dewan eksekutif membuat kajian stabilitas wajib untuk 25 negara dengan "sektor keuangan penting secara sistemik" ini adalah upaya mengetahui risiko keuangan sehingga ekonomi global pulih dari krisis keuangan yang parah.

"Keputusan dewan merupakan bagian penting dari tanggapan masyarakat internasional terhadap krisis baru-baru ini dan akan menopang kemampuan kita untuk melakukan pengawasan terhadap aspek kunci dari mesin ekonomi global—sistem keuangan," kata John Lipsky, wakil direktur pertama dari IMF, dalam pernyataannya.

Program Penilaian Sektor Keuangan IMF dibuat setelah krisis keuangan Asia pada akhir tahun 1990-an, bertujuan mendeteksi risiko terhadap kesehatan sektor keuangan di suatu negara tertentu. Program pertama dilakukan pada tahun 2001.

Hasilnya diterbitkan oleh negara-negara secara sukarela. Amerika Serikat, pusat krisis keuangan global yang meletus pada tahun 2007, menghadapi kritik untuk keengganan untuk menjalani penilaian sampai akhir tahun 2009.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau