WASHINGTON, KOMPAS.com — Dana Moneter Internasional (IMF), Senin (27/9/2010) waktu setempat, akan meminta 25 negara ekonomi terkemuka menjalani ujian stabilitas keuangan setiap lima tahun dalam upaya mencegah krisis keuangan global.
Dewan eksekutif IMF menyetujui langkah untuk mengalihkan dari penilaian sukarela menjadi tinjauan wajib mendalam bagi sektor keuangan 25 negara ekonomi terkemuka di dunia. Ke-25 negara ekonomi terkemuka dipilih berdasarkan ukuran sektor keuangan mereka dan hubungan mereka dengan sektor keuangan di negara-negara lain.
Selain terhadap pusat-pusat kekuatan negara maju, seperti Amerika Serikat, Jepang, Kanada, Jerman, dan negara-negara Eropa barat, kajian wajib baru berlaku bagi ekonomi berkembang, seperti China, Hongkong, Brasil, India, Meksiko, dan Rusia. Menurut IMF, kelompok ini mewakili hampir 90 persen dari sistem keuangan global dan 80 persen kegiatan ekonomi global.
Penilaian stabilitas adalah komponen dari Program Penilaian Sektor Keuangan IMF, yang lembaga berbasis di Washington ini telah menawarkan pada dasar sukarela untuk negara-negara anggota lain.
Keputusan dewan eksekutif membuat kajian stabilitas wajib untuk 25 negara dengan "sektor keuangan penting secara sistemik" ini adalah upaya mengetahui risiko keuangan sehingga ekonomi global pulih dari krisis keuangan yang parah.
"Keputusan dewan merupakan bagian penting dari tanggapan masyarakat internasional terhadap krisis baru-baru ini dan akan menopang kemampuan kita untuk melakukan pengawasan terhadap aspek kunci dari mesin ekonomi global—sistem keuangan," kata John Lipsky, wakil direktur pertama dari IMF, dalam pernyataannya.
Program Penilaian Sektor Keuangan IMF dibuat setelah krisis keuangan Asia pada akhir tahun 1990-an, bertujuan mendeteksi risiko terhadap kesehatan sektor keuangan di suatu negara tertentu. Program pertama dilakukan pada tahun 2001.
Hasilnya diterbitkan oleh negara-negara secara sukarela. Amerika Serikat, pusat krisis keuangan global yang meletus pada tahun 2007, menghadapi kritik untuk keengganan untuk menjalani penilaian sampai akhir tahun 2009.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang