DENPASAR, KOMPAS.com — Gembong teroris Umar Patek bersama 14 rekannya pagi ini melakukan aksi teror di Bandara Ngurah Rai, Bali. Para teroris menyandera puluhan penumpang dan karyawan bandara di pintu 1, terminal keberangkatan internasional. Pihak Umar Patek meminta Pemerintah Indonesia memenuhi sejumlah tuntutan mereka jika masih ingin para sandera keluar dalam keadaan hidup.
"Yang pertama kami minta rekan-rekan kami yang ada di LP Nusakambangan dan LP Cipinang dibebaskan, kemudian kami minta uang tebusan Rp 20 miliar. Terakhir, kami minta pesawat untuk membawa kami pergi dari sini," ujar Umar Patek di tengah-tengah para sandera.
Jika pemerintah tidak memenuhi tuntutan mereka, Umar Patek cs akan meledakkan Bandara Ngurah Rai, Denpasar. Sampai saat ini Pemerintah Indonesia masih melakukan negosiasi dengan pihak teroris untuk membebaskan para sandera.
Begitulah suasana latihan kontraterorisme yang dilakukan Koppasus dengan tentara elite Australia (SAS) di Bali, Selasa (28/9/2010) ini. Latihan itu mensimulasi serangan teroris, seperti kejadian di Mumbai, India, ketika para turis disandera di Bandara Ngurah Rai.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang