NEW YORK, KOMPAS.com — Jaycee Dugard, perempuan California yang diculik pada usia 11 tahun dan baru ditemukan 18 tahun kemudian atau tahun 2009, akan menceritakan kisahnya yang mengerikan dalam buku yang diterbitkan Simon and Schuster.
Buku tersebut, belum diberi judul, ditulis Dugard dan akan berisi kisah penculikannya tahun 1991, bagaimana hampir dua dekade ia berada dalam tenda sempit dan jorok di halaman belakang penculiknya dan bagaimana kesehatan mentalnya setelah ia dilepaskan. "Ketika saya membaca buku ini, saya digerakkan dan terinspirasi oleh kekuatan suara Jaycee Dugard, kekuatannya dan ketahanannya," kata Jonathon Karp, Wakil Presiden Eksekutif Penerbit Simon and Schuster, Senin (27/9/2010).
Dugard diculik Phillip Craig Garrido dan istrinya, Nancy Garrido, dari halte bus sekolah di South Lake Tahoe, California. Polisi nyaris tidak punya bukti untuk mencari jejak Dugard. Keberadaannya tetap tidak diketahui hingga Phillip Garrido ditanyai petugas polisi kampus di University of California, Berkeley, sebelah timur San Francisco.
Garrido dihentikan ketika ia membagikan selebaran religius bersama dengan dua perempuan muda dan kemudian didatangi polisi. Polisi kemudian yakin kalau Garrido sudah menjadi ayah Dugard. Seorang polisi yang sebelumnya pernah memberi pembebasan bersyarat kepada Garrido kemudian dihubungi dan Dugard akhirnya ditemukan di rumah keluarga Garrido di Antioch, California.
Garrido dan istrinya, keduanya berusia sekitar 50 tahun, dikenai 29 tuduhan kriminal, termasuk penculikan karena tujuan seksual, pencabulan secara paksa, dan pemerkosaan.
Setelah kejadian itu, Dugard, sekarang berusia 30 tahun, kembali kepada orangtuanya bersama dengan dua saudarinya. Bibinya, Tina Dugard, kemudian menggambarkan kepulangan keponakannya itu sebagai momen membahagiakan bagi keluarga mereka.
Garrido sebelumnya mendekam di penjara selama 10 tahun pada tahun 1976 karena memerkosa wanita lain di South Lake Tahoe. Ia ditangkap tahun 1972 karena kasus obat-obatan terlarang dan memerkosa gadis 14 tahun, tetapi tidak pernah diadili karena korban menolak bersaksi di pengadilan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang