Dugard Bukukan Kisah Penculikannya

Kompas.com - 28/09/2010, 14:00 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com — Jaycee Dugard, perempuan California yang diculik pada usia 11 tahun dan baru ditemukan 18 tahun kemudian atau tahun 2009, akan menceritakan kisahnya yang mengerikan dalam buku yang diterbitkan Simon and Schuster.

Buku tersebut, belum diberi judul, ditulis Dugard dan akan berisi kisah penculikannya tahun 1991, bagaimana hampir dua dekade ia berada dalam tenda sempit dan jorok di halaman belakang penculiknya dan bagaimana kesehatan mentalnya setelah ia dilepaskan. "Ketika saya membaca buku ini, saya digerakkan dan terinspirasi oleh kekuatan suara Jaycee Dugard, kekuatannya dan ketahanannya," kata Jonathon Karp, Wakil Presiden Eksekutif Penerbit Simon and Schuster, Senin (27/9/2010).

Dugard diculik Phillip Craig Garrido dan istrinya, Nancy Garrido, dari halte bus sekolah di South Lake Tahoe, California. Polisi nyaris tidak punya bukti untuk mencari jejak Dugard. Keberadaannya tetap tidak diketahui hingga Phillip Garrido ditanyai petugas polisi kampus di University of California, Berkeley, sebelah timur San Francisco.

Garrido dihentikan ketika ia membagikan selebaran religius bersama dengan dua perempuan muda dan kemudian didatangi polisi. Polisi kemudian yakin kalau Garrido sudah menjadi ayah Dugard. Seorang polisi yang sebelumnya pernah memberi pembebasan bersyarat kepada Garrido kemudian dihubungi dan Dugard akhirnya ditemukan di rumah keluarga Garrido di Antioch, California.

Garrido dan istrinya, keduanya berusia sekitar 50 tahun, dikenai 29 tuduhan kriminal, termasuk penculikan karena tujuan seksual, pencabulan secara paksa, dan pemerkosaan.

Setelah kejadian itu, Dugard, sekarang berusia 30 tahun, kembali kepada orangtuanya bersama dengan dua saudarinya. Bibinya, Tina Dugard, kemudian menggambarkan kepulangan keponakannya itu sebagai momen membahagiakan bagi keluarga mereka.

Garrido sebelumnya mendekam di penjara selama 10 tahun pada tahun 1976 karena memerkosa wanita lain di South Lake Tahoe. Ia ditangkap tahun 1972 karena kasus obat-obatan terlarang dan memerkosa gadis 14 tahun, tetapi tidak pernah diadili karena korban menolak bersaksi di pengadilan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau