Politisi PPP Setuju Tes Keperawanan

Kompas.com - 28/09/2010, 23:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi X DPR, Reni Marlinawati, mengatakan tes keperawanan bagi siswi tidak menentukan apakah mereka lolos atau tidak dalam seleksi penerimaan siswa baru di sebuah sekolah.

"Tes itu bukan barometer yang harus diterapkan untuk menentukan diterima atau tidaknya seorang siswi karena akan melanggar dan menghilangkan kemampuan akademik seorang siswi. Tes itu adalah untuk mengetahui bagaimana sebuah sekolah membangun integritas moral pada siswa-siwinya," kata Reni di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (28/9/2010).

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menambahkan, tes keperawanan itu juga jangan menghantui siswi. "Jangan sampai tes keperawanan itu menghantui dan menjadi momok bagi siswi," ujar dia.

Reni mengatakan, tes keperawanan itu harus juga menjunjung hak asasi manusia karena menyangkut masalah privasi seorang siswi dan keluarganya. "Jadi, hasilnya tidak boleh diumumkan kepada publik dan keluarganya. Hanya untuk internal dan kepentingan sekolah itu sendiri," kata anggota DPR dari PPP itu.    

Menurut dia, tes keperawanan itu boleh saja dilakukan oleh sebuah sekolah asal memenuhi persyaratan yang belaku.

"Saya kira tes keperawanan bagi siswi itu sah-sah saja asal dilakukan secara tepat, baik dari waktu, tempat, dan harus dilakukan oleh orang yang tepat dan dengan informasi yang akurat karena menyangkut kerahasiaan seseorang," kata Reni.

Ia juga menyebutkan, tes keperawanan itu tidak bisa dilakukan di semua sekolah di Indonesia, tetapi di daerah-daerah tertentu.

"Hanya di tempat-tempat tertentu yang terindikasi adanya pelecehan seksual dan daerah yang ditengarai banyak melakukan seks bebas," kata Reni.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau