BOGOR, KOMPAS.com — Kantor Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) di Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, dibobol maling, Selasa (28/9/2010) dini hari. Pencuri menggondol uang Rp 180 juta.
Pencuri yang diduga lebih dari dua orang itu menggasak dua brankas dari ruang tata usaha (TU) dan ruang juru bayar. Satu brankas berisi Rp 108 juta, sedangkan satu lagi berisi dokumen penting dan surat berharga, di antaranya cek dan giro.
Kasus pencurian tersebut baru diketahui sekitar pukul 06.30 oleh petugas keamanan Lapan dan kemudian dilaporkan ke Polsek Rumpin.
Edi Sutana, Kepala Sub-TU Pusat Teknologi Dirgantara Terapan Lapan, membenarkan terjadinya peristiwa tersebut. Dia mengatakan, orang pertama yang mengetahui adanya pencurian itu adalah Komandan Wilayah (Danwil) Security Lapan Sofyan Sahrini.
"Kawanan pencuri masuk ke ruang TU setelah menjebol pintu belakang dengan menggunakan linggis,” ujar Edi Sutana.
Ia menjelaskan, dua brankas yang digasak pencuri itu berada di ruang berbeda di kompleks Lapan. Satu brankas yang berisi uang berada di ruang TU, sedangkan satu lagi di ruang juru bayar. Uang yang dibawa kabur pelaku, kata Edi, baru diambil dari BNI cabang Serpong.
“Rencananya, uang itu untuk keperluan operasional Lapan,” katanya.
Edi mengatakan, setelah mengetahui kantornya dimasuki maling, pihaknya langsung melakukan pemeriksaan ke semua ruangan, termasuk areal di sekitar kompleks Lapan. Setelah melakukan pemeriksaan, petugas keamanan menemukan brankas yang dicuri dibuang di sebuah lapangan kosong di belakang kompleks tersebut.
“Kami menemukan brankas itu sekitar 100 meter di sebuah lapangan tidak jauh dari kompleks ini. Namun, isinya sudah tidak ada,” ujarnya.
Edi menuturkan, kompleks Kantor Lapan yang terletak di Desa Sukamulya memiliki luas sekitar 40 hektar. Untuk mengamankan lokasi seluas itu, pihaknya hanya mempunyai 6 petugas keamanan yang ditempatkan di dua pos.
Kapolsek Rumpin Komisaris Sarmili saat dikonfirmasi mengatakan, polisi sudah memeriksa enam saksi terkait kejadian itu, di antaranya petugas satpam yang bertugas saat itu dan beberapa karyawan.
“Kami masih mengembangkan kasus ini dengan melakukan olah kejadian tempat perkara dan memeriksa sejumlah saksi,” katanya. (Soewidia Henaldi)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang